1.190 Telur Penyu Dimusnahkan Usai Diamankan dari Kapal di Sambas Kalbar, 96 Butir Masih Ditetaskan

Petugas menunjukkan telur penyu yang diamankan dari sebuah kapal di Perairan Temajuk, Sambas, Kalimantan Barat.
Penulis: Rendra
Senin, 31 Agustus 2026 | 03:29:31 WIB

SAMBAS — Operasi gabungan di kawasan Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berujung pada penyelamatan sebagian populasi penyu yang nyaris gagal menetas. Dari total 1.286 butir telur yang ditemukan di atas kapal, hanya 96 butir yang berhasil diselamatkan, sementara sisanya dipastikan tidak lagi memiliki potensi untuk hidup.

Puluhan Telur Diselamatkan ke Lokasi Inkubasi

Satgas Pamtas Gabungan Indonesia-Malaysia menemukan telur-telur tersebut dalam kondisi yang masih memungkinkan untuk ditetaskan. Telur-telur yang masih sehat langsung dipindahkan ke lokasi inkubasi khusus agar proses penetasan bisa berjalan alami tanpa campur tangan yang berlebihan.

Penempatan di lokasi inkubasi ini menjadi langkah krusial. Suhu dan kelembapan yang terjaga akan menentukan jenis kelamin tukik yang akan menetas, sekaligus meningkatkan tingkat kelangsungan hidup anak penyu saat dilepas ke laut nanti.

Mengapa 1.190 Telur Harus Dimusnahkan?

Pemusnahan dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik telur. Telur yang infertil biasanya ditandai dengan tidak adanya tanda-tanda perkembangan embrio, cangkang yang mulai rusak, atau sudah terkontaminasi bakteri.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Telur yang tidak layak tetas jika dibiarkan justru berpotensi menjadi sumber penyakit dan mengganggu telur-telur sehat lain yang berada di lokasi inkubasi. Keputusan pemusnahan menjadi bagian dari protokol standar penyelamatan satwa dilindungi di daerah perbatasan.

Ancaman Nyata Populasi Penyu di Perbatasan Kalbar

Temuan ribuan telur di atas kapal ini kembali membuka fakta maraknya pergerakan satwa dilindungi secara ilegal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Penyu merupakan salah satu spesies yang dilindungi penuh oleh undang-undang, dan perburuan telurnya menjadi ancaman serius bagi kelestarian populasi di alam liar.

Upaya penyelamatan yang dilakukan Satgas Pamtas di Temajuk ini setidaknya menyelamatkan sebagian generasi baru penyu. Namun, pengawasan di jalur-jalur tikus perbatasan tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi aparat gabungan.

Pihak terkait berharap penyelamatan 96 butir telur ini bisa berjalan mulus hingga menetas. Jika berhasil, tukik-tukik tersebut akan menjadi tambahan populasi yang dilepas ke habitat aslinya di perairan Kalimantan Barat, menjaga keseimbangan ekosistem laut di kawasan tersebut. (*)

Reporter: Rendra