Mobil Sepasang Kekasih Terjun ke Sungai Irigasi di Lampung Timur usai Sopir Alami Microsleep
KILASKINI.COM — Kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Mobil yang dikemudikan seorang pria berboncengan bersama pasangannya itu melaju dari arah Batang Hari menuju Sukadana. Di tengah perjalanan, kendaraan tiba-tiba oleng ke sisi kiri jalan dan langsung masuk ke saluran irigasi sedalam sekitar dua meter.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung bergegas menolong kedua korban keluar dari mobil sebelum kendaraan semakin tenggelam. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun keduanya mengalami syok usai peristiwa tersebut.
Diduga Sopir Mengantuk dan Kehilangan Konsentrasi
Polisi yang tiba di lokasi menduga penyebab kecelakaan adalah microsleep. Kondisi ini terjadi saat pengemudi kehilangan kesadaran sesaat karena kelelahan atau kurang tidur, sehingga kendaraan tidak terkendali.
“Sopir diduga mengantuk dan kehilangan konsentrasi. Mobil kemudian oleng ke kiri dan masuk sungai,” ujar seorang petugas di lokasi, Senin (31/8).
Jarak pandang yang cukup jelas dan kondisi jalan aspal yang mulus disebut bukan faktor pemicu. Meski demikian, polisi masih mendalami kronologi pasti kecelakaan tersebut melalui keterangan saksi-saksi di sekitar TKP.
Evakuasi Manual Melibatkan Puluhan Warga
Proses evakuasi kendaraan berlangsung dramatis. Petugas kepolisian bersama puluhan warga menarik mobil secara manual menggunakan tali tambang yang diikatkan ke bodi kendaraan.
Seorang warga bernama Arif (38) yang ikut membantu mengatakan, upaya penarikan dilakukan sejak pukul 15.30 WIB. Beberapa kali tali putus karena berat mobil yang terendam air dan lumpur.
“Kami coba tarik dari pinggir jalan satu arah. Tali sempat putus dua kali. Akhirnya baru berhasil setelah 20 orang lebih menarik bersamaan,” kata Arif di lokasi.
Posisi Mobil Terguling ke Samping Jadi Kendala
Posisi Daihatsu Ayla yang miring ke kanan membuat proses penarikan lebih sulit. Upaya mengembalikan posisi mobil lebih dulu dilakukan sebelum akhirnya ditarik ke permukaan.
Petugas menggunakan dongkrak hidrolik milik warga untuk membantu memposisikan badan mobil. Setelah sekitar satu jam, mobil akhirnya berhasil dinaikkan ke bahu jalan.
Tidak ada arus lalu lintas yang terganggu secara signifikan selama proses evakuasi berlangsung. Jalan desa tetap bisa dilalui kendaraan roda dua meski sempat terjadi antrean pendek di sekitar lokasi.
Imbauan Polisi Soal Microsleep di Jalan
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya mengemudi dalam kondisi lelah. Polres Lampung Timur mengimbau pengendara untuk beristirahat setidaknya 15–30 menit setelah berkendara lebih dari empat jam.
Kedua korban saat ini sudah diminta memberikan keterangan tambahan di Mapolsek Batang Hari. Sementara kendaraan korban dibawa ke posko polsek untuk diamankan sebagai barang bukti dan memudahkan proses administrasi.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian warga setempat yang kerap melintasi jalan irigasi tersebut. Beberapa warga berharap pemerintah desa memasang rambu peringatan di titik rawan agar kecelakaan serupa tidak terulang.