Atlet Biliar Kota Batu Ahmad Arifin Lolos ke Kejurnas Nasional, Ketua KONI Sentot: Bukti Pembinaan Berjalan

Atlet biliar Kota Batu, Ahmad Arifin, resmi lolos ke Kejurnas Nasional setelah menerima tiket dari Ketua POBSI Kota Batu, Gaib Sampurno, dalam rapat KONI, Rabu (2/9/2026).
Penulis: Wahyu
Rabu, 02 September 2026 | 17:13:02 WIB

BATU — Nama Ahmad Arifin yang akrab disapa Nguk resmi menjadi wakil Kota Batu di panggung biliar nasional. Tiket itu dipastikan setelah Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu, Gaib Sampurno, melaporkan perkembangan atlet binaannya dalam rapat KONI, Rabu (2/9/2026).

Kabar ini disambut antusias oleh Ketua Umum KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi. Ia menilai keberhasilan Nguk bukan sekadar prestasi individu, melainkan cerminan sistem pembinaan yang berjalan di tingkat pengurus cabang olahraga.

Kemenangan dari Meja Biliar: Kota Batu Kirim Wakil ke Level Nasional

"Sebagai Ketua KONI dan warga Batu, saya bangga atas prestasi atlet biliar Kota Batu. Batu bisa menembus kejuaraan tingkat nasional," ujar Sentot dalam keterangannya.

Menurut Sentot, hasil ini tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang dilalui, mulai dari latihan rutin hingga seleksi ketat yang dilakukan POBSI Kota Batu. Ia menilai pola pembinaan yang terkonsep akhirnya membuahkan hasil.

"Lolosnya Ahmad Arifin ke tingkat nasional membuktikan pola pembinaan dan pelatihan yang terkonsep dengan baik," tegasnya.

Apresiasi Ketua KONI: Regenerasi Atlet Jadi Pekerjaan Rumah Berikutnya

Sentot menekankan bahwa pembinaan olahraga tidak boleh berhenti hanya karena satu atlet meraih prestasi. Keberhasilan Nguk harus menjadi pemantik bagi atlet muda lainnya di Kota Batu untuk berani bersaing di level yang lebih tinggi.

KONI Kota Batu berkomitmen memberi perhatian penuh terhadap cabang olahraga yang menunjukkan tren positif. Pihaknya akan terus mendukung perkembangan atlet, termasuk memastikan kesiapan teknis dan mental menjelang kompetisi nasional.

Lolosnya Nguk juga menjadi momentum bagi POBSI Kota Batu untuk memperkuat regenerasi atlet. Kualitas kompetisi internal dinilai perlu ditingkatkan agar lahir penerus-penerus yang mampu mengikuti jejak Nguk.

Tantangan yang Menanti di Level Nasional

Tiket sudah berada di tangan. Namun, pekerjaan rumah besar menanti Ahmad Arifin di pentas nasional. Konsistensi latihan, kesiapan mental, serta kemampuan teknis menjadi faktor kunci yang akan menentukan penampilannya nanti.

“Keberhasilan Nguk tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi turut membawa nama Kota Batu ke tingkat yang lebih tinggi dalam dunia olahraga,” tambah Sentot.

Seluruh perhatian kini tertuju pada performa Nguk. Dari meja biliar, nama Kota Batu berpeluang kembali harum di ajang kompetisi paling bergengsi tingkat nasional.

Reporter: Wahyu