Kabut Asap Makin Pekat, Ini Cara Lindungi Bayi dan Balita di Rumah

Relawan AIMI Kalbar membagikan masker khusus anak kepada warga di Pontianak, Kalimantan Barat.
Penulis: Rendra
Kamis, 03 September 2026 | 06:04:31 WIB

KILASKINI.COM — Bencana kabut asap yang melanda Kalimantan Barat membuat para orang tua harus ekstra waspada. Kondisi ini makin genting setelah sejumlah ibu hamil dan balita dievakuasi karena api dilaporkan telah mendekati area permukiman warga.

Menghadapi situasi ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Kalimantan Barat langsung bergerak. Sejak Rabu, 2 September 2026, relawan mereka terlihat di beberapa titik keramaian Kota Pontianak dan Kubu Raya untuk membagikan masker khusus anak.

"Kami memahami bahwa situasi ini berat bagi kita semua," ujar Ketua AIMI Kalbar, drg. Rizky Pontiviana Akbari, yang akrab disapa Ponti.

Batasi Aktivitas di Luar, Jaga Kualitas Udara di Rumah

Langkah utama yang wajib dilakukan adalah mengurangi waktu bermain anak di luar rumah. Udara yang sudah masuk kategori berbahaya sangat tidak aman bagi saluran pernapasan yang masih sensitif pada bayi dan balita.

Saat berada di rumah, ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk memastikan udara tetap bersih:

  • Tutup rapat celah-celah pintu dan jendela agar asap tidak mudah masuk.
  • Hindari penggunaan lilin atau obat nyamuk bakar yang justru menambah polusi udara di dalam ruangan.
  • Untuk para ayah, hindari merokok di dalam rumah karena akan memperburuk kualitas udara yang dihirup anak.

ASI Tetap Diberikan, Perhatikan Asupan dan Istirahat Ibu

Bagi ibu yang masih menyusui, Ponti menegaskan untuk tetap melanjutkan pemberian ASI. Hal ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh bayi di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

"Sang ibu harus cukup makan, minum, dan beristirahat agar produksi ASI tetap lancar dan berkualitas," pesannya.

Jangan Asal Pakai Masker pada Bayi

Satu hal yang perlu digarisbawahi oleh para orang tua: bayi tidak direkomendasikan memakai masker sembarangan. Hal ini karena mereka belum paham cara bernapas yang benar menggunakan masker, sehingga justru dapat menyebabkan sesak.

Untuk anak yang lebih besar, masker bisa menjadi pelindung, namun pastikan ukurannya pas dan tidak mengganggu pernapasannya. AIMI Kalbar sendiri telah membagikan hampir ratusan masker anak dan berencana melanjutkan aksinya ke Kabupaten Sanggau bersama AIMI Sanggau.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Pantau terus kondisi pernapasan anak di tengah kabut asap ini. Ibu perlu waspada dan segera mencari pertolongan medis apabila anak menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Batuk yang disertai demam tinggi.
  • Kesulitan bernapas atau napas tampak cepat dan dangkal.
  • Tanda bahaya lain seperti bibir membiru atau anak terlihat sangat lemas.

AIMI Kalbar berharap bencana kabut asap ini segera berlalu. Meski bergerak dalam keterbatasan, mereka berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para ibu di wilayah terdampak seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau.

Ingat, melindungi si kecil di tengah kondisi darurat ini adalah prioritas utama. Tetap tenang, ikuti panduan kesehatan, dan jangan ragu untuk bertanya kepada tenaga medis jika si kecil menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.

Reporter: Rendra