Meningkat Lagi usai Coba Bertahan? IHSG Diramal Lanjut Menguat ke 6.635-6.666, Support Krusial di 6.496

Pantauan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Rabu (2/9).
Penulis: Wahyu
Kamis, 03 September 2026 | 11:43:32 WIB

KILASKINI.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di titik krusial. Dua analis teknikal, MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas, sama-sama melihat potensi penguatan berlanjut. Namun, mereka mengingatkan support 6.496 menjadi garis hidup tren positif yang masih berlangsung.

Pada penutupan Rabu (2/9), IHSG nyaris menyentuh level 6.666 yang menjadi target berikutnya. Indeks berakhir stagnan di level 6.595 atau melemah tipis 4,16 poin (minus 0,06 persen).

Level 6.496 Jadi Penentu Arah IHSG Selanjutnya

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan indeks masih berpeluang menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu. Ia memasang rentang pergerakan IHSG di level support 6.476 dan 6.373, dengan resistance 6.635 dan 6.705.

"Kami memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji 6.635-6.666 sekaligus menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu," ujar Herditya dalam riset hariannya, Kamis (3/9).

Proyeksi serupa disampaikan Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Penutupan yang mendekati 6.666 membuat peluang indeks menembus area gap 6.635-6.705 semakin besar. Meski begitu, Ivan memberi catatan tegas: tren positif akan bertahan selama IHSG tidak turun di bawah level 6.496.

Rekomendasi Saham dari Dua Analis

Menghadapi potensi penguatan terbatas, kedua analis merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati pelaku pasar:

  • MNC Sekuritas: ARCI, BBRI, BRMS, dan BRPT
  • Binaartha Sekuritas: ADMR, AMRT, ANTM, dan BBNI

Aktivitas Perdagangan Masih Didominasi Aksi Jual

Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi di bursa mencapai Rp 16,82 triliun dengan volume 64,37 miliar saham. Tekanan jual masih mendominasi, tecermin dari jumlah saham yang melemah lebih banyak ketimbang yang menguat.

Sebanyak 321 saham ditutup terkoreksi, sementara 282 saham menguat dan 186 saham stagnan. Kondisi ini mengindikasikan penguatan indeks berpotensi terbatas dan selektif, hanya ditopang pergerakan saham-saham unggulan tertentu.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Wahyu