KILASKINI.COM — Rilis data payroll swasta AS atau ADP yang berada di bawah ekspektasi pasar membuat indeks dolar tertekan. Kondisi itu direspons pelaku pasar dengan akumulasi beli di aset berdenominasi rupiah, mendorong mata uang Garuda menguat di awal sesi.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah didukung koreksi dolar AS pasca data ADP yang lemah. "Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS, ADP, yang lebih lemah," ujarnya, Kamis (3/9).
Yuan hingga Ringgit Ikut Terapresiasi, Won Justru Tertekan
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang kompak bergerak positif melawan dolar AS. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan apresiasi 0,19 persen, disusul yen Jepang yang naik 0,11 persen.
Berikut pergerakan mata uang Asia lainnya pada pagi ini: - Peso Filipina menguat 0,04 persen - Dolar Singapura naik 0,03 persen - Yuan China terapresiasi 0,03 persen - Won Korea Selatan terdepresiasi 0,05 persen - Dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen
Sementara di kelompok mata uang negara maju, pergerakan masih bervariasi. Euro dan poundsterling Inggris sama-sama melemah tipis 0,01 persen, dolar Australia terkoreksi 0,04 persen, sedangkan dolar Kanada menguat 0,04 persen dan franc Swiss bergerak datar.
Sentimen Timur Tengah dan Minyak Bisa Batasi Ruang Penguatan
Di tengah momentum positif, Lukman mengingatkan penguatan rupiah berpotensi tertahan dua faktor eksternal. Ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi berisiko menahan laju mata uang Garuda lebih jauh.
Pelaku pasar tampaknya masih mencermati perkembangan situasi tersebut sebelum mengambil posisi lebih agresif. Kombinasi sentimen negatif itu juga berpotensi memicu arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik jika eskalasi semakin memanas.
Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis ini. Level support terdekat berada di kisaran Rp17.650, sementara resistance yang harus ditembus rupiah untuk penguatan lebih lanjut ada di area Rp17.800.
Investor dan pelaku usaha disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS berikutnya serta pergerakan harga minyak untuk mengantisipasi volatilitas kurs jangka pendek. Investasi mengandung risiko.