BALIKPAPAN — Kesalahan memperkirakan jarak dan kecepatan saat mendahului kendaraan masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan di Kalimantan Timur. Menyadari hal tersebut, Astra Motor Kaltim 1 melalui kampanye keselamatan #Cari_Aman mendorong pengendara motor untuk tidak mengambil keputusan menyalip secara gegabah, terutama di jalur padat kendaraan berat.
Safety Riding Instructor Astra Motor Kaltim 1, Rissang Ferisandy, menegaskan bahwa keputusan untuk mendahului harus didasari perhitungan matang, bukan sekadar rasa terburu-buru atau terpancing pengendara lain.
"Pengendara perlu memastikan kondisi di depan, samping, dan belakang benar-benar aman sebelum mendahului. Apabila masih ragu, bersabar dan tetap berada di belakang merupakan pilihan terbaik," ujar Rissang dalam keterangannya, Selasa (4/2).
Apa Saja yang Wajib Diperhatikan Sebelum Menyalip?
Manuver menyalip tidak bisa dilakukan asal-asalan, terlebih bagi pengendara sepeda motor yang posisinya lebih rentan di jalan. Berikut lima panduan utama yang dibagikan Astra Motor Kaltim 1 untuk memastikan proses mendahului berlangsung aman.
1. Menilai Ulang Urgensi Mendahului
Pengendara diminta jujur menilai apakah manuver tersebut benar-benar diperlukan. Faktor seperti kondisi lalu lintas, kemampuan motor, serta situasi jalan harus menjadi pertimbangan utama. Jika kondisi belum memungkinkan, tetap di belakang sambil menjaga jarak aman adalah keputusan paling rasional.
2. Perhatikan Titik Buta dan Kondisi Jalan Rusak
Sebelum berpindah jalur, pastikan ruang di depan cukup dan bebas dari kendaraan lawan arah. Pengguna motor juga wajib mewaspadai potensi bahaya lain seperti lubang di aspal, persimpangan, hingga pejalan kaki yang tiba-tiba muncul. Periksa kaca spion dan tolehkan kepala sejenak untuk memastikan area blind spot benar-benar kosong.
3. Beri Sinyal yang Jelas ke Pengguna Jalan Lain
Nyalakan lampu sein kanan beberapa saat sebelum mulai mendahului. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan isyarat penting agar pengemudi di belakang memahami arah pergerakan. Jika diperlukan, gunakan klakson sewajarnya untuk memberi tahu kendaraan di depan.
4. Jaga Jarak Horizontal dari Kendaraan Besar
Saat proses menyalip berlangsung, hindari memotong jalur secara tiba-tiba. Beri jarak cukup dari kendaraan yang didahului, terutama saat berpapasan dengan bus atau truk. Pengendara motor disarankan tidak berlama-lama sejajar dengan kendaraan besar karena rawan masuk ke titik buta pengemudi truk.
5. Kecepatan Stabil dan Batasi Risiko
Lakukan manuver dengan kecepatan terkontrol sesuai batas aman. Setelah berhasil mendahului, segera kembalikan posisi ke lajur kanan dengan memberikan ruang yang cukup bagi kendaraan yang baru saja dilewati. Jangan memaksakan diri menyalip di tikungan atau area menanjak yang pandangannya terbatas.
Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Kaltim 1 mengingatkan bahwa keselamatan jauh lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat di tujuan. Kebiasaan berkendara defensif yang dimulai dari keputusan kecil saat di jalan dapat menekan risiko fatal di jalan raya Kalimantan Timur.
Selain keterampilan menyalip, pengendara diimbau untuk selalu melengkapi diri dengan helm berstandar SNI, jakut, sarung tangan, serta memastikan kondisi ban dan rem motor dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.