2.037 Titik Panas Terdeteksi di Barito Selatan Sepanjang 2026, Puncaknya Terjadi Agustus

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mencatat 2.037 titik panas di enam kecamatan sepanjang Januari–Agustus 2026.
Penulis: Rendra
Jumat, 04 September 2026 | 05:02:01 WIB

BUNTOK — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mencatat lebih dari dua ribu titik panas tersebar di enam kecamatan sepanjang delapan bulan terakhir. Kondisi ini mendorong pemkab setempat membentuk dan mengerahkan 200 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan secara terpadu.

Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, menyampaikan hal itu saat rapat evaluasi pencegahan dan penanganan karhutla tingkat Kalteng di Palangka Raya, Kamis. Dia menegaskan tim gabungan ini mengutamakan kecepatan respons, efektivitas pemadaman, serta keselamatan personel dan masyarakat.

Hotspot Terbanyak Terpusat di Dusun Hilir

Data pemkab menunjukkan Kecamatan Dusun Hilir menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yaitu 877 titik atau 43,03 persen dari total keseluruhan. Kecamatan lain yang turut terdampak tersebar di lima wilayah administratif lainnya di Barsel.

Puncak kemunculan hotspot terjadi pada Agustus dengan 1.938 titik. Angka ini setara 95,14 persen dari akumulasi titik panas sepanjang Januari—Agustus 2026, yang mengindikasikan intensitas karhutla meningkat drastis pada puncak musim kemarau.

Pemantauan Harian Titik Panas Jadi Kunci Deteksi Dini

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Barsel menjadikan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai basis peringatan dini. Informasi perkembangan hotspot dipantau dan ditindaklanjuti setiap hari oleh tim terpadu.

Data tersebut lantas disampaikan kepada seluruh camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polsek, Koramil, serta kepala desa dan lurah. Tujuannya agar jajaran di tingkat kecamatan dan desa segera melakukan pencegahan, verifikasi lapangan, patroli, dan penanganan awal begitu indikasi titik api muncul.

"Dengan mekanisme tersebut, diharapkan setiap indikasi titik api dapat segera ditindaklanjuti, sehingga potensi kebakaran dapat dikendalikan sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," kata Eddy Raya.

Sinergi Satu Komando demi Target Bebas Asap 2026

Eddy Raya menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam mempercepat respons di lapangan. Seluruh unsur bekerja dalam satu komando agar penanganan karhutla berjalan cepat dan terarah, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman, hingga pendinginan lahan pasca-kebakaran.

Pemkab Barsel optimistis karhutla dapat ditangani secara efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan warga. Upaya perlindungan terhadap masyarakat terdampak juga terus diperkuat seiring meluasnya kekeringan di sejumlah titik.

"Dari semua itu, kami berharap penanganan karhutla di Barsel dapat terus ditingkatkan serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Kalimantan Tengah Bebas Asap Tahun 2026," demikian Eddy Raya. (Antara)

Reporter: Rendra