Zheng Qinwen Comeback Gilas dari 0-5, Singkirkan Swiatek di US Open
KILASKINI.COM — Zheng, yang tahun ini sempat terlempar dari peringkat 100 besar dunia akibat operasi siku pada Juli 2025, tampil impresif di Arthur Ashe Stadium. Ia melaju ke perempat final untuk berhadapan dengan unggulan kedua, Elena Rybakina, yang sebelumnya menyingkirkan mantan juara Naomi Osaka.
Ini adalah kali kedua berturut-turut Zheng memenangi set dari posisi tertinggal 0-5. Pada babak ketiga, ia juga melakukan hal serupa terhadap Madison Keys dengan memenangi tujuh game beruntun.
Kunci Kemenangan: Break di Game Ketujuh Set Kedua
Setelah tertinggal 0-5 di set pembuka, Zheng memenangi 13 dari 16 game berikutnya. Ia memperoleh break krusial di game ketujuh set kedua lewat sebuah backhand return winner yang keras, lalu menuntaskan kemenangan dengan break kedua dua game kemudian."Semakin banyak pertandingan yang saya mainkan, semakin saya menemukan ritme di lapangan," ujar Zheng. "Orang bertanya apakah saya lelah. Saya sama sekali tidak lelah. Saya sangat bersemangat untuk mencoba mencapai level lebih baik di sini dan menikmati stadion yang fantastis ini."
Rekor Pertemuan dan Ancaman bagi Para Unggulan
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Zheng dari sembilan pertemuan melawan Swiatek, setelah sebelumnya menang di semifinal Olimpiade 2024. Mantan petenis peringkat lima dunia, Daniela Hantuchova, menilai Zheng mulai menjadi ancaman serius bagi petenis lain yang tersisa."Saya tidak ingin mengatakan dia memainkan tenis terbaik dari semua orang, tetapi jika Anda melihat Iga Swiatek panik di sisi lain lapangan dan tidak tahu harus berbuat apa, itu sudah mengatakan banyak hal," kata Hantuchova kepada BBC Radio 5 Sports Extra.
Zheng menjadi petenis kualifikasi pertama yang mencapai tahap ini sejak Emma Raducanu yang justru menjadi juara pada 2021. Sebelumnya pada 2026, Maja Chwalinska yang juga lolos kualifikasi di Prancis Open mencapai final Roland Garros.
Musim Grand Slam Swiatek Berakhir Tanpa Gelar
Bagi Swiatek, kekalahan ini mengakhiri musim Grand Slam tanpa gelar untuk pertama kalinya sejak 2021. Hasil terbaiknya tahun ini hanyalah perempat final Australia Terbuka, tersingkir di babak keempat Prancis Terbuka, dan kalah di babak ketiga Wimbledon.Swiatek, yang menerima perawatan di paha kiri saat kedudukan 2-1 di set kedua, mengakui terlalu banyak melakukan kesalahan setelah unggul 5-0.
"Saya hanya mulai terlalu banyak meleset dan mencoba menyesuaikannya, tapi tidak ada yang berhasil," kata peraih enam gelar mayor itu. "Saya tidak akan mengatakan ini ada hubungannya dengan mentalitas. Lebih kepada saya mulai membuat kesalahan dari bola-bola mudah dan Qinwen berhenti melakukan kesalahan."