Kebakaran Hanguskan Rumah di Maros, Lazismu Sulsel dan Maros Salurkan Family Kit hingga Sembako untuk Satu Keluarga

Rumah satu keluarga di Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kabupaten Maros, hangus terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sore.
Penulis: Rendra
Selasa, 08 September 2026 | 15:07:01 WIB

MAROS — Satu keluarga di Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, kini kehilangan tempat tinggal beserta seluruh isinya akibat kebakaran yang terjadi Sabtu (5/9/2026) sore. Rumah dan seluruh sarana di dalamnya hangus terbakar, membuat lima jiwa dalam satu kepala keluarga itu membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Respons cepat datang dari Lazismu Sulawesi Selatan bersama Lazismu Kabupaten Maros. Keduanya menyalurkan paket bantuan berupa family kit, alat masak, dan sembako kepada keluarga penyintas untuk mendukung masa pemulihan pascakebakaran.

Laporan Berawal dari Mahasiswa KKN Unismuh Makassar

Informasi mengenai musibah ini pertama kali diterima Lazismu Kabupaten Maros dari Risny Widyandiny, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lekopancing. Ia menyaksikan langsung kondisi rumah korban yang memprihatinkan setelah api padam.

“Saat mengetahui ada warga yang mengalami musibah kebakaran, saya merasa perlu segera menyampaikan informasi ini kepada Lazismu Maros. Kondisinya cukup memprihatinkan karena rumah dan barang-barang di dalamnya habis terbakar,” ujar Risny.

Mahasiswa KKN itu berharap laporannya dapat mempercepat respons dan meringankan beban keluarga terdampak. “Apalagi mereka membutuhkan berbagai kebutuhan dasar setelah rumahnya terbakar,” tambahnya.

Bantuan Disesuaikan dengan Hasil Asesmen Lapangan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lazismu Kabupaten Maros melakukan asesmen terhadap kondisi penyintas. Hasil rapid assessment menunjukkan keluarga terdampak membutuhkan bahan makanan, pakaian, peralatan dapur, dan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.

Divisi Program Officer Lazismu Kabupaten Maros, Musfirah, menjelaskan jenis bantuan yang disalurkan bukan ditentukan secara sepihak, melainkan mengikuti hasil asesmen dan kebutuhan paling mendesak di lapangan.

“Kami tidak hanya melihat bahwa rumah korban terbakar, tetapi juga melihat apa saja kebutuhan yang hilang akibat kejadian tersebut. Karena itu, bantuan yang kami salurkan berupa family kit, alat masak, dan sembako agar kebutuhan dasar keluarga bisa langsung terbantu,” jelas Musfirah.

Mengapa Peralatan Masak Menjadi Prioritas?

Menurut Musfirah, setelah rumah dan perlengkapan habis terbakar, kebutuhan seperti peralatan masak dan bahan makanan menjadi sangat vital bagi kelangsungan hidup sehari-hari keluarga penyintas. Hal ini yang kemudian menjadi fokus utama dalam penyaluran bantuan tahap awal.

“Bagi Lazismu, respons terhadap bencana bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi bagaimana memastikan bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan penyintas,” tuturnya.

Apresiasi untuk Peran Aktif Mahasiswa KKN

Musfirah juga menyampaikan apresiasi kepada Risny yang berinisiatif melaporkan kejadian tersebut. Ia menilai peran mahasiswa KKN sangat membantu dalam mempercepat proses asesmen dan respons kemanusiaan di daerah.

“Laporan dari masyarakat, relawan, mahasiswa, dan berbagai pihak sangat membantu Lazismu dalam mempercepat proses asesmen dan respons kemanusiaan,” ujarnya.

Lazismu Sulawesi Selatan dan Lazismu Kabupaten Maros berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga penyintas. “Semoga mereka diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan dan dapat segera bangkit kembali,” pungkas Musfirah.

Reporter: Rendra