WIG 2026 Angkat Gastronomi Jadi Magnet Utama, Dorong Target 17 Juta Wisman
KILASKINI.COM — Data Januari-Juli 2026 mencatat kunjungan wisman mencapai 8,98 juta. Lonjakan ini melanjutkan rekor 15,39 juta pengunjung pada 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Pemerintah mengandalkan gastronomi untuk menutup sisa kuota tahunan sekaligus memperpanjang durasi tinggal turis asing.
Gastronomi Bukan Sekadar Hidangan di Meja
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan potensi kuliner Indonesia terletak pada ekosistem kompleksnya. Gastronomi tidak berhenti pada rasa makanan, melainkan mencakup rantai produksi mulai dari petani, peternak, dan nelayan, hingga juru masak serta pelaku usaha. Mereka menjaga tradisi pangan lintas generasi.
“Gastronomi menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan dapat memperkuat pencapaian target tersebut sekaligus memperluas pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia,” ujar Widiyanti dalam konferensi pers WIG 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Pendekatan ini membawa kekayaan budaya lokal lebih dekat ke pasar internasional. Setiap hidangan kini memiliki cerita latar belakang yang membuat pengalaman berwisata lebih bermakna bagi pelancong asing. Narasi ini memperkaya interaksi antara tamu dan tuan rumah.
Momentum Pengakuan Internasional La Liste
Peluncuran WIG 2026 bertepatan dengan raihan News Destination Champion Award 2026 dari La Liste. Prestasi ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi dunia yang serius. Citra negara tidak lagi hanya bergantung pada keindahan alam semata.
Keragaman kuliner dari hasil pertanian darat, kekayaan laut, dan tradisi masyarakat adat menjadi modal utama kampanye ini. Kemenpar berharap citra baru tersebut menarik segmen wisatawan premium. Mereka mencari autentisitas budaya melalui piring mereka.
Dampak Praktis bagi Traveler
Bagi wisatawan domestik maupun asing, program ini membuka akses lebih mudah terhadap pengalaman kuliner otentik. Destinasi yang sebelumnya dikenal karena pemandangan saja, kini menawarkan paket wisata berbasis makanan. Interaksi langsung dengan komunitas lokal menjadi nilai jual utama.
Strategi ini menjawab kebutuhan traveler muda usia 22-45 tahun yang memilih liburan berbasis pengalaman (*experiential travel*). Mereka cenderung menghindari sekadar foto-foto di lokasi ikonik. Informasi jadwal event WIG 2026 tersedia di kanal resmi Kementerian Pariwisata.