Nilai Transaksi Saham OJK Malang Tembus Rp7,2 Triliun, Investor Naik 78%

Nilai transaksi saham di wilayah kerja OJK Malang mencapai Rp7,2 triliun pada Juli 2026.
Penulis: Galih
Rabu, 16 September 2026 | 14:01:31 WIB

KILASKINI.COM — Nilai transaksi saham di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menembus angka Rp7,2 triliun sepanjang Juli 2026. Lonjakan ini mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 62,96%, didorong oleh peningkatan frekuensi dan volume perdagangan yang signifikan di pasar modal daerah tersebut.

Data resmi menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan efek di kawasan Malang Raya mengalami akselerasi tajam pada bulan ketujuh tahun ini. Selain nilai transaksi yang mencapai Rp7,2 triliun, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 16,8 miliar kali, sementara volume transaksi menyentuh angka 1,7 juta unit. Kedua indikator kuantitatif tersebut masing-masing tumbuh 85,35% dan 76,03% secara year-on-year (yoy).

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyatakan bahwa kenaikan nilai transaksi tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan lonjakan partisipasi pelaku pasar. Pertumbuhan rata-rata frekuensi dan volume menjadi bukti nyata bahwa likuiditas pasar di wilayah kerjanya semakin tebal dibandingkan periode sebelumnya.

Investor Baru Didominasi Platform S-INVEST

Peningkatan aktivitas transaksi turut diikuti oleh ekspansi basis investor ritel di Malang. Hingga 31 Juli 2026, total Single Investor Identification (SID) di wilayah kerja OJK Malang mencapai 582.443 SID. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 78,49% yoy, menandakan minat masyarakat untuk masuk ke pasar modal masih sangat tinggi.

Komposisi investor baru paling banyak berasal dari platform elektronik S-INVEST. Per akhir Juli, jumlah SID melalui kanal ini mencapai 556.784 atau tumbuh 80,91% yoy. S-INVEST sendiri merupakan infrastruktur digital yang memfasilitasi penyelesaian transaksi reksa dana serta produk investasi lain yang tercatat dalam sistem tersebut. Dominasi platform ini mengindikasikan pergeseran perilaku investor lokal yang semakin mengandalkan kemudahan akses digital.

Tantangan Literasi di Tengah Euforia Pasar

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), M. Sri Wahyudi Suliswanto, menilai data tersebut sebagai sinyal positif bagi pendalaman pasar keuangan daerah. Menurut dia, pertumbuhan dua digit pada sisi investor maupun nilai transaksi membuktikan makin kuatnya partisipasi masyarakat Malang dan sekitarnya dalam ekosistem pasar modal nasional.

Namun, Wahyudi mengingatkan bahwa kuantitas saja tidak cukup. "Peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan penguatan literasi dan edukasi investasi," kata Dekan FEB UMM itu. Tujuannya agar pertumbuhan partisipasi tidak hanya berhenti pada penambahan akun SID dan aktivitas trading semata, tetapi juga mendorong terciptanya pola investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Tren positif ini menempatkan Malang sebagai salah satu kontributor penting bagi pasar modal di luar Jakarta. Dengan basis investor yang terus bertambah hampir 80% dalam setahun, tantangan utama regulator kini bergeser dari sekadar menarik minat masuk menjadi menjaga kualitas keputusan investasi para pemain baru di tengah volatilitas pasar.

Reporter: Galih