Volvo Siapkan 13 Model Baru Hingga 2030, Termasuk Plug-in Hybrid 200 Km

Volvo mengumumkan rencana peluncuran 13 model baru hingga akhir 2030.
Penulis: Farah
Sabtu, 19 September 2026 | 10:01:01 WIB

KILASKINI.COM — Volvo mengumumkan rencana meluncurkan 13 model baru hingga akhir 2030, dengan tujuh di antaranya menyasar pasar Barat dan enam khusus pasar China. Pengumuman ini datang bersamaan dengan pembaruan jajaran XC40, EX40, EC40, dan XC60, serta powertrain plug-in hybrid anyar untuk XC60 dan XC90 yang mengklaim jangkauan hingga 124 mil atau 200 km dalam mode EV murni.

Volvo menegaskan arah produknya hingga akhir dekade ini. Perusahaan yang berbasis di Gothenburg itu menyebut 13 model baru akan hadir dalam rentang waktu tersebut, mencakup kendaraan hibrida dan kendaraan listrik.

Pengumuman itu disampaikan setelah Volvo memperkenalkan versi terbaru XC40, EX40, EC40, dan XC60. Bersamaan dengan itu, Volvo juga mengumumkan powertrain plug-in hybrid baru untuk XC60 dan XC90 dengan jangkauan hingga 124 mil atau setara 200 km dalam mode EV murni.

Empat Pilar Strategi Produk Volvo

Presiden dan CEO Volvo, Hakan Samuelsson, menyebut empat pilar yang mendasari ofensif produk ini. Pertama, penawaran produk yang disesuaikan dengan wilayah. Kedua, kepemimpinan dalam elektrifikasi.

Pilar ketiga adalah sinergi dengan Geely. Keempat, penawaran pelanggan lengkap yang melampaui sekadar mobil.

"Showroom kami akan terlihat sangat berbeda pada tahun 2030," kata Hakan Samuelsson, seperti dikutip Carscoops.

Pembagian 13 Model: Tujuh untuk Barat, Enam untuk China

Dari 13 model yang diumumkan, tujuh di antaranya dialokasikan untuk pasar Barat termasuk Eropa dan Amerika Utara. Enam model lainnya ditujukan khusus untuk pasar China.

Volvo juga mengonfirmasi jajaran produk masa depannya akan merambah segmen baru. Salah satu yang disinggung adalah potensi kembalinya mobil station wagon yang cukup legendaris.

Strategi Ganda: EV dan Hibrida Generasi Ketiga

Volvo ingin menggandakan pangsa pasarnya dengan memperkenalkan lebih banyak kendaraan listrik. Namun perusahaan tetap menyiapkan hibrida generasi ketiga bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke EV.

Perusahaan berjanji memberikan pembaruan perangkat lunak over-the-air secara berkala. Volvo juga menyebut akan membuat pembelian mobil baru lebih mudah dan transparan lewat penawaran khusus serta varian model dengan pengiriman cepat.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Rincian model per segmen belum diungkap, termasuk apakah station wagon benar-benar masuk produksi
  • Belum ada keterangan resmi soal ketersediaan model-model ini untuk pasar Indonesia
  • Klaim jangkauan 200 km mode EV murni masih angka pabrikan, belum ada hasil uji independen
  • Harga dan waktu peluncuran tiap model belum diumumkan

Dengan strategi ini, Volvo memposisikan diri tidak sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran dalam waktu dekat. Pendekatan hibrida generasi ketiga menjadi jembatan bagi pasar yang infrastruktur pengisian dayanya belum matang.

Reporter: Farah