BUMA Internasional Suntik Rp77 Miliar ke Moura Materials Australia

BUMA Internasional menyalurkan modal Rp77 miliar ke Grup Moura Materials Australia melalui anak usahanya.
Penulis: Galih
Minggu, 20 September 2026 | 08:00:31 WIB

KILASKINI.COM — PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) menyalurkan modal US$ 4,7 juta atau setara Rp77 miliar ke Grup Moura Materials di Australia melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Langkah ini memperkuat ekspansi bisnis batubara perseroan di Negeri Kanguru. Nilai transaksi terhadap ekuitas tercatat 188,22 persen berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026.

Corporate Secretary BUMA Internasional, Olga Oktavia Patuwo, mengungkapkan bahwa BUMA Indonesia melakukan peningkatan modal secara langsung dan tidak langsung pada 16 September 2026. Dana tersebut mengalir ke empat entitas yang tergabung dalam Grup Moura Materials.

Keempat entitas itu adalah Moura Materials HoldCo Pty Ltd, MidCo Pty Ltd, BidCo Pty Ltd, dan Services Pty Ltd. Seluruhnya dimiliki 100 persen oleh BUMA Indonesia, yang 99,99 persen sahamnya dikuasai DOID.

Nilai Transaksi terhadap Ekuitas Capai 188,22 Persen

Angka 188,22 persen menunjukkan besarnya komitmen perseroan terhadap pengembangan unit bisnis material di Australia. Meski terbilang jumbo, manajemen memastikan langkah ini tidak mengganggu kondisi keuangan induk.

“Berdasarkan penilaian Perseroan, peningkatan modal tidak berdampak material pada kondisi keuangan Perseroan,” ujar Olga dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (18/9).

Manajemen juga menegaskan bahwa suntikan modal ini merupakan satu rangkaian transaksi pendanaan yang dialirkan secara berjenjang melalui Grup Moura Materials. Ini bukan investasi terpisah di masing-masing entitas.

Dana Dikonversi ke Dolar Australia

Dana tersebut nantinya akan dikonversi ke Dolar Australia berdasarkan kurs Reserve Bank of Australia pada tanggal penerimaan dana. Penggunaan dana diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha Grup Moura Materials.

Transaksi ini dilakukan tanpa persetujuan RUPS karena merupakan transaksi material yang dikecualikan sesuai regulasi OJK.

Posisi BUMA di Industri Batubara

Langkah ini menegaskan arah ekspansi DOID yang terus menggenjot bisnis batubara di Australia. BUMA dikenal sebagai kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia dengan portofolio klien di sektor batubara.

Dengan nilai transaksi yang mencapai 188,22 persen dari ekuitas, perseroan menunjukkan keseriusan menggarap pasar material di Australia. Ke depan, keberhasilan integrasi Grup Moura Materials akan menjadi penentu kontribusinya terhadap kinerja DOID.

Reporter: Galih