Museum Sumpah Pemuda Jakarta Pusat, Napak Tilas Sejarah Buka Selasa-Minggu

Pengunjung menyusuri ruang pameran di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.
Penulis: Rendra
Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:20:31 WIB

KILASKINI.COM — Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, menempati bekas rumah indekos para pemuda lintas organisasi yang merumuskan ikrar persatuan pada 1928. Museum buka Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB dan menampilkan enam ruang pameran, dari Ruang Kongres hingga Kamar 106. Kunjungan ke museum ini menjadi pilihan wisata sejarah singkat di tengah kota bagi pelajar, mahasiswa, dan keluarga.

Museum Sumpah Pemuda menempati bangunan lama di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, yang dulu berfungsi sebagai rumah indekos. Di rumah indekos inilah sejumlah pemuda dari berbagai organisasi berkumpul dan menjalani kehidupan sehari-hari sebelum merumuskan ikrar persatuan. Kini seluruh ruangan difungsikan sebagai ruang pameran untuk menelusuri kisah perjuangan generasi muda masa lalu.

Daya Tarik Utama: Enam Ruang Pameran Bersejarah

Berjalan dari satu ruang ke ruang lain, pengunjung diajak mengikuti alur sejarah melalui koleksi dan penataan pameran. Setiap ruangan menyimpan cerita tersendiri yang membentuk rangkaian peristiwa Sumpah Pemuda.

Ruang Organisasi memperkenalkan latar belakang berbagai perkumpulan pemuda daerah. Ruang Undangan Kongres dan Ruang Kongres menggambarkan bagaimana pertemuan itu disiapkan dan berlangsung. Ada pula Kamar 106 dan Ruang Indonesia Raya yang melengkapi rangkaian pameran.

Penataan ruang membuat pengunjung bisa membayangkan bagaimana para pemuda dengan latar belakang berbeda duduk dalam satu forum. Perbedaan suku, daerah, dan organisasi tidak menghalangi mereka merumuskan satu ikrar bersama.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Mengikuti alur pameran dari Ruang Organisasi hingga Ruang Indonesia Raya
  • Membaca penjelasan koleksi di tiap ruangan untuk memahami konteks peristiwa
  • Mengabadikan bangunan dan ruang pameran bersejarah
  • Menghubungkan nilai persatuan dengan kehidupan sehari-hari bersama anak atau rombongan sekolah

Makna yang Dibawa Pulang

Koordinator Museum Sumpah Pemuda, Fathul Futuh Tamam, menegaskan kunjungan ke museum seharusnya tidak berhenti pada kegiatan melihat bangunan tua. Menurut dia, ada nilai yang bisa dibawa pulang, terutama tentang persatuan dan keyakinan bahwa anak muda mampu membuat perubahan.

"Pertama, semangat persatuan, satu, yang kedua adalah semangat percaya diri. Karena ketika itu, pemuda yang melakukan itu percaya bahwa apa yang dilakukan hari itu akan merubah wajah Indonesia ke depannya. Apa yang dilakukan dengan bersatu mampu melakukan hal-hal yang mustahil," kata Fathul saat berbincang dengan detikTravel.

Pesan itu terasa relevan ketika pengunjung melihat kembali bagaimana para pemuda pada masa itu berkumpul di tengah perbedaan latar belakang. Mereka yakin langkah bersama dapat membawa perubahan bagi masa depan bangsa.

Fathul berharap pengunjung tak hanya melihat museum sebagai bangunan lama yang menyimpan koleksi bersejarah. Ia mengingatkan bahwa ada nilai yang tetap penting dibawa ke masa kini, meski zaman dan tantangan anak muda sekarang sudah berbeda.

"Pemuda harus menjadi panutan. Jangan terprovokasi dengan apapun, tapi minimal jadi panutan untuk dirinya sendiri, keluarganya, baru lingkungan, bahkan yang terbesar buat negaranya," dia menambahkan.

Cara Menuju Lokasi

Museum berada di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang bisa dicapai dari berbagai penjuru kota. Pengunjung dapat memakai transportasi umum menuju kawasan Kramat Raya, lalu melanjutkan jalan kaki ke pintu masuk museum. Karena berada di dalam kota, perjalanan dari titik pusat Jakarta relatif singkat dan tidak memerlukan persiapan khusus seperti wisata alam.

Jam Operasional dan Waktu Berkunjung

Museum Sumpah Pemuda buka Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB. Datang pada pagi hari memberi waktu lebih lega untuk menyusuri seluruh ruang pameran tanpa terburu-buru. Informasi tarif masuk dan kuota kunjungan terbaru dapat dikonfirmasi langsung ke museum atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Tips Berkunjung

Alokasikan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk mengikuti alur pameran secara utuh. Bagi rombongan sekolah atau keluarga, bagi waktu di tiap ruangan agar penjelasan bisa dibaca dengan tenang. Kenakan pakaian yang nyaman dan jaga ketenangan di dalam ruang pameran karena koleksi di dalamnya bersifat bersejarah.

Napak tilas tidak harus dilakukan dengan cara rumit. Mengikuti alur pameran, membaca, dan memahami penjelasan sudah menjadi awal untuk mengenal peristiwa Sumpah Pemuda lebih dekat.

Museum Sumpah Pemuda cocok menjadi pilihan wisata sejarah singkat di Jakarta bagi pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan yang ingin mengisi waktu luang dengan pengalaman berbeda. Kunjungan bukan sekadar menambah pengetahuan sejarah, tetapi juga memberi kesempatan memikirkan peran yang bisa dilakukan di lingkungan masing-masing.

Reporter: Rendra