Investasi Dalam Negeri Tembus Rp2.000 Triliun, Kadin Sebut Ekonomi Kerakyatan Jalan

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie memaparkan laporan investasi dalam forum di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penulis: Doni
Minggu, 01 November 2026 | 08:40:32 WIB

KILASKINI.COM — Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menembus hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan kontribusi investasi domestik kini lebih dari separuh total investasi nasional. Dominasi modal dalam negeri dinilai memperkuat daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Angka PMDN mendekati Rp2.000 triliun itu disampaikan Anindya Bakrie saat memaparkan laporan pada acara Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia. Forum itu berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (31/10/2026).

Menurut Anindya, besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Keterlibatan dunia usaha dalam investasi disebutnya sebagai salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian global.

Pelaku Usaha Kelas Menengah Jadi Penopang PMDN

Anindya menekankan bahwa PMDN bukan hanya soal nominal besar dari korporasi raksasa. Pelaku usaha kelas menengah ikut terlibat di dalamnya, dan keterlibatan itu dinilai membuat fondasi ekonomi lebih kokoh.

"Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat," ujar Anindya.

Pernyataan itu menempatkan investasi domestik sebagai bantalan ketika arus modal global bergerak volatil. Selama ini, ketergantungan pada investasi asing langsung (PMA) kerap membuat neraca investasi rentan terhadap perubahan sentimen pasar global dan arah suku bunga bank sentral negara maju.

Dunia Usaha Incar EV, Energi Terbarukan, dan Pusat Data

Selain memperkuat industri yang sudah berjalan, Kadin menyatakan dunia usaha berkomitmen berkontribusi pada pengembangan industri masa depan. Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

  • Industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV)
  • Energi terbarukan (renewable energy)
  • Pusat data (data center)

Ketiga sektor itu disebut memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar. Bagi pelaku industri penunjang, sinyal ini membuka peluang rantai pasok dalam negeri, mulai dari komponen baterai dan sistem kelistrikan hingga perangkat pendingin serta infrastruktur jaringan untuk pusat data.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha

Bagi investor, dominasi PMDN memberi gambaran bahwa sumber pertumbuhan investasi tidak bertumpu pada satu kaki. Ketika aliran modal asing melambat, belanja modal perusahaan domestik dan ekspansi usaha menengah bisa menahan laju pelemahan investasi secara keseluruhan.

Bagi pelaku usaha, arahan Kadin ke sektor EV, energi terbarukan, dan pusat data menjadi petunjuk ke mana rantai pasok lokal akan bergerak. Perusahaan yang mampu menyediakan komponen dalam negeri untuk tiga sektor itu berpeluang menangkap permintaan yang tumbuh seiring masuknya investasi baru.

Catatan yang perlu dicermati, angka Rp2.000 triliun itu merupakan agregat dua tahun dan belum dirinci per sektor maupun per wilayah. Rincian komposisi PMDN akan menentukan seberapa merata dampaknya terhadap daerah dan seberapa besar porsi yang benar-benar mengalir ke usaha menengah, bukan hanya ke proyek berskala besar.

Reporter: Doni