KILASKINI.COM — Sebanyak 31 perusahaan Amerika Serikat tergabung dalam US-ASEAN Business Council Mission to Indonesia 2026 mendatangi Kementerian Keuangan untuk menyatakan minat investasi. Investasi AS di Indonesia sepanjang triwulan I–III 2026 sudah mencapai USD 3,4 miliar, naik dari sekitar USD 3 miliar pada periode sama 2025. Delegasi menyoroti pusat data, energi, dan hilirisasi sebagai peluang utama.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menerima delegasi tersebut didampingi Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan pejabat eselon I Kemenkeu. Delegasi dipimpin Duta Besar Brian McFeeters dan dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo. Nama-nama yang masuk rombongan antara lain Boeing, ExxonMobil, Citi, Visa, Mastercard, Google, IBM, Meta, Oracle, Netflix, dan PepsiCo.
Fundamental Ekonomi Jadi Buka Pintu
Di depan para industrialis AS, Suahasil menegaskan fundamental ekonomi Indonesia kokoh. Ekonomi tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, inflasi terkendali, dan kinerja APBN terjaga di tengah gejolak global.
Ia menyoroti sinergi tiga lembaga: Kemenkeu sebagai pengelola fiskal, Bank Indonesia sebagai pengelola kebijakan moneter, dan Danantara sebagai pendorong investasi strategis. Kombinasi ini disebut menjadi fondasi bagi iklim usaha yang lebih terprediksi.
Pusat Data dan AI Jadi Magnet Perusahaan Teknologi
Menjawab pertanyaan para industrialis, Suahasil memaparkan penerapan kecerdasan buatan di Indonesia dan minat besar perusahaan teknologi AS untuk berinvestasi, terutama pada pembangunan pusat data. Sektor ini menjadi salah satu yang paling banyak ditanyakan delegasi.
Ia juga memperkenalkan Coretax, sistem perpajakan digital terintegrasi yang membuat administrasi pajak lebih efisien. Proses restitusi pajak diharapkan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran lewat platform tersebut.
Tiga Program Prioritas yang Ditawarkan ke Investor AS
Pemerintah mengundang investor AS masuk ke tiga program prioritas: swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi industri. Di sektor migas, Suahasil meminta perusahaan AS meningkatkan kegiatan eksplorasi sambil menegaskan insentif kebijakan tengah dirancang.
Layanan kesehatan bagi 285 juta penduduk juga dibuka sebagai peluang. Teknologi medis dan layanan kesehatan modern disebut menjadi celah yang bisa diisi pemain AS.
Isu Regulasi yang Dicermati Industrialis AS
Indroyono Soesilo menyampaikan sejumlah isu yang sedang dicermati industrialis AS. Sorotan mereka mencakup progres