Pencarian

Pertamina Tambah 72 Mobil Tangki, Antrean SPBU di 5 Wilayah Mulai Surut

Rabu, 28 Oktober 2026 • 08:01:01 WIB
Pertamina Tambah 72 Mobil Tangki, Antrean SPBU di 5 Wilayah Mulai Surut
Pertamina menambah 72 mobil tangki untuk mengurai antrean di SPBU pada lima wilayah.

KILASKINI.COM — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki dan memperpanjang operasional sejumlah terminal menjadi 24 jam untuk mengurai antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di lima wilayah. Langkah ini diambil setelah antrean panjang dilaporkan terjadi di Bali, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Lampung, dan Gorontalo. Penambahan armada itu diklaim mulai menurunkan antrean di sejumlah daerah sejak Selasa (27/10).

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pemantauan stok dan penyaluran BBM dilakukan secara berkala. Pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang butuh percepatan pasokan.

"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Kitty melalui keterangan pers, Rabu (28/10/2026).

Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU diperkuat agar pasokan segera diterima dan pelayanan ke masyarakat tetap terjaga.

Antrean di Bali hingga Sulawesi Utara Mulai Terkendali

Berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (27/10), antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan kembali terkendali. Sementara antrean di Lampung dan Gorontalo menunjukkan tren penurunan.

Pertamina Patra Niaga menyatakan tetap mengintensifkan pemantauan dan langkah penanganan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM. Perusahaan belum merinci penyebab antrean di masing-masing wilayah.

Tambahan 41 Tangki di Jawa Timur

Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (KL). Sejumlah terminal dioperasikan selama 24 jam, dan layanan di 17 SPBU yang beroperasi 24 jam dioptimalkan.

Di Sulawesi Utara, ditambahkan 11 mobil tangki melalui skema spot charter berkapasitas 200 KL. Operasional Integrated Terminal (IT) Bitung diperpanjang menjadi 24 jam.

Adapun di Lampung, penguatan distribusi dilakukan lewat penambahan 20 mobil tangki berkapasitas 320 KL serta pengalihan pasokan dari IT Palembang sebesar 120 KL.

Dampak ke Pengguna di Jalur Padat

Penambahan armada menyasar wilayah dengan mobilitas tinggi, termasuk jalur wisata Bali dan kawasan industri di Jawa Timur. Bagi pengendara dan pelaku usaha angkutan, kelancaran pasokan di SPBU menentukan waktu tempuh dan biaya operasional harian.

Antrean yang sempat muncul di Lampung dan Gorontalo menjadi perhatian karena keduanya bergantung pada pasokan dari terminal luar wilayah. Pengalihan pasokan dari IT Palembang ke Lampung menjadi salah satu upaya memutus ketergantungan itu.

Pengawasan Stok Berlanjut

Pertamina Patra Niaga menyatakan pemantauan stok dan penyaluran akan terus dilakukan berkala. Prioritas pengiriman diberikan ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan, disertai penguatan operasional terminal dan SPBU.

Langkah ini menjadi ujian bagi kinerja distribusi Pertamina Patra Niaga sebagai operator hilir BBM nasional. Kecepatan pemulihan pasokan di lima wilayah akan menentukan seberapa lama antrean bertahan di lapangan.

Sumber: ekbis.sindonews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks