Pencarian

Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Kehamilan Menurut Studi

Rabu, 28 Oktober 2026 • 09:00:30 WIB
Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Kehamilan Menurut Studi
Pemindaian otak selama kehamilan menunjukkan perubahan volume materi abu-abu sebagai bagian dari proses pematangan otak ibu.

KILASKINI.COM — Pemindaian otak seorang ilmuwan selama kehamilan menunjukkan volume materi abu-abu menyusut hingga 4 persen di hampir 80 persen wilayah otak. Perubahan ini bukan tanda penurunan kemampuan, melainkan bagian dari proses pematangan yang mempersiapkan ibu merawat bayi. Berikut rangkuman temuan sejumlah studi tentang adaptasi otak ibu hamil dan apa artinya bagi Bunda.

Kehamilan mengubah tubuh perempuan dengan cara yang kasat mata. Yang tidak terlihat justru sama menariknya: otak ikut menata ulang diri selama sembilan bulan, dan sebagian perubahannya bertahan hingga dua tahun setelah melahirkan.

Sejumlah riset terbaru memetakan proses ini lebih rinci dari sebelumnya. Hasilnya membantu menjelaskan pengalaman "pregnancy brain" yang sering dikeluhkan ibu hamil, sekaligus membantah anggapan bahwa kehamilan membuat perempuan kehilangan kecerdasan.

Peta Pertama Perubahan Otak Selama Kehamilan

Sebuah studi yang terbit di Nature Neuroscience pada 2024 memindai otak seorang perempuan sehat berusia 38 tahun sebanyak 26 kali, dari sebelum kehamilan hingga dua tahun setelah melahirkan. Pesertanya adalah Elizabeth Chrastil, ilmuwan dari Pusat Neurobiologi Pembelajaran dan Memori University of California, Irvine.

Hasil pemindaian menunjukkan volume materi abu-abu berkurang sekitar 4 persen di hampir 80 persen wilayah otak. Materi abu-abu adalah jaringan yang berperan mengontrol gerakan, emosi, dan ingatan. Pemulihannya setelah persalinan hanya sedikit.

Ahli saraf University of California, Santa Barbara, Emily Jacobs, menyebut temuan itu sebagai yang pertama sejenisnya.

"Ini adalah peta rinci pertama otak manusia selama masa kehamilan," kata Jacobs, dikutip dari BBC News.

"Kita belum pernah menyaksikan otak mengalami proses metamorfosis seperti ini. Akhirnya kita bisa mengamati perubahan pada otak secara real time," ujarnya.

Mengapa Volume Otak Justru Menyusut

Penyusutan materi abu-abu terdengar mengkhawatirkan, tetapi para peneliti membacanya sebagai tanda pematangan, bukan kemunduran. Pola perubahannya mirip dengan yang terjadi pada masa pubertas, ketika otak merapikan koneksi saraf agar bekerja lebih efisien.

Studi pada hewan pengerat memberi petunjuk arah yang sama. Perubahan tersebut membuat calon induk lebih peka terhadap bau, lebih rajin merawat diri, dan terdorong menyiapkan sarang untuk bayinya.

"Namun manusia jauh lebih rumit," kata Chrastil.

Chrastil sendiri tidak merasakan kabut pikiran selama hamil. Ia hanya merasa lebih lelah dan emosional di trimester ketiga. Ia berharap peta otak ini kelak membantu memprediksi kondisi seperti depresi pascapersalinan dan memahami pengaruh preeklamsia pada otak.

Studi Lain: Kabut Pikiran Bukan Penurunan Kognitif

Riset jangka panjang di Australian National University di Canberra menantang anggapan bahwa kehamilan menurunkan kemampuan mental. Proyek sepuluh tahun itu mewawancarai 2.500 perempuan berusia 20 hingga 24 tahun pada 1999, lalu mengulanginya pada 2004 dan 2008.

Perempuan yang hamil pada gelombang wawancara kedua atau ketiga mendapat skor logika dan memori yang sama dengan sebelumnya. Tidak ada perbedaan berarti antara ibu hamil dan kelompok pembanding.

"Perempuan sering melaporkan masalah dengan ingatan dan penalaran setelah mereka hamil. Tetapi temuan dari studi kami selama satu dekade... telah membuktikan bahwa masalah tersebut tidak bersifat permanen," kata peneliti utama, Profesor Helen Christensen, dikutip dari The Guardian.

Christensen menduga keluhan lupa lebih berkaitan dengan kurang tidur dan perhatian yang terpecah. Kehamilan adalah hal paling besar dalam pikiran seorang perempuan saat itu, sehingga penurunan kecil apa pun mudah dikaitkan dengannya.

Apa Artinya untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Dua temuan di atas tidak saling bertabrakan. Perubahan struktur otak memang nyata, tetapi tidak otomatis berarti kemampuan berpikir menurun. Yang berubah adalah prioritas dan kepekaan otak terhadap isyarat bayi.

Kalau Bunda merasa lebih pelupa di trimester ketiga, itu pengalaman yang wajar. Tidur cukup, catat jadwal penting di ponsel, dan minta pasangan ikut mengingatkan urusan rumah tangga bisa membantu meringankan beban.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan suasana hati yang berat dan menetap, sulit tidur meski bayi sedang tidur, atau kehilangan minat pada hal yang biasa dinikmati. Keluhan seperti ini sebaiknya dibicarakan dengan bidan atau dokter kandungan, baik selama hamil maupun setelah melahirkan.

Otak ibu hamil sedang bekerja keras menyesuaikan diri. Perubahan yang terasa mengganggu hari ini adalah bagian dari persiapan tubuh menyambut bayi, dan sebagian besar akan menemukan keseimbangannya kembali seiring waktu.

Sumber: haibunda.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks