KILASKINI.COM — Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menggelar Minerba Convex 2026 pada 2-3 November di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang ini menyediakan Coaching Clinic RKAB bagi badan usaha yang akan menyusun rencana kerja dan anggaran biaya 2027, sekaligus membuka ruang edukasi publik tentang dunia pertambangan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan fasilitas konsultasi bagi pelaku usaha dalam ajang Minerba Convex 2026. Kegiatan berlangsung dua hari, 2-3 November 2026, di JIEXPO Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta.
Coaching Clinic RKAB menjadi salah satu layanan utama yang ditawarkan. Lewat fasilitas ini, badan usaha mendapat pendampingan untuk memahami proses penyusunan dan pengajuan RKAB 2027, sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan sesuai ketentuan.
Edukasi Tambang untuk Anak dan Masyarakat
Minerba Convex 2026 tidak hanya menyasar pelaku usaha. Ditjen Minerba juga menyiapkan program edukasi bagi masyarakat dan generasi muda melalui Kids' Mining Adventure dan Experience Zone.
Kids' Mining Adventure dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi anak-anak untuk mengenal pengelolaan sumber daya alam Indonesia sejak dini. Sementara Experience Zone memperlihatkan perjalanan mineral dan batubara secara utuh, mulai dari sumber daya di dalam bumi, proses pertambangan, pengolahan dan pemurnian, hilirisasi, hingga manfaatnya bagi pembangunan.
Peran Strategis Minerba dan Tanggung Jawab Pengelolaan
Direktur Jenderal Minerba Tri Winarno menegaskan komoditas minerba punya posisi penting dalam pembangunan. Menurut dia, subsektor ini menopang kebutuhan energi, menjadi bahan baku industri, menyumbang penerimaan negara, mendorong investasi, serta menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja di berbagai daerah.
"Mineral dan batubara memiliki peran strategis dalam pembangunan Indonesia. Komoditas minerba mendukung kebutuhan energi, menjadi bahan baku industri, memberikan penerimaan negara, mendorong investasi, serta menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja di berbagai daerah," ujar Tri, dikutip Kamis (29/10/2026).
Tri menambahkan, besarnya peran subsektor minerba harus diiringi tanggung jawab pengelolaan. Aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kepentingan pembangunan nasional perlu menjadi perhatian dalam setiap kegiatan pertambangan.
Apresiasi Minerba dan Tema "Memberdayakan Masyarakat"
Rangkaian acara juga mencakup Apresiasi Minerba, penghargaan bagi badan usaha yang menunjukkan kinerja dan kontribusi positif dalam pengelolaan subsektor mineral dan batubara. Penghargaan ini diharapkan mendorong praktik baik terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas.
Minerba Convex 2026 mengusung tema "Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat". Kegiatan diselenggarakan oleh asosiasi subsektor mineral dan batubara bekerja sama dengan Ditjen Minerba, dan direncanakan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Memasyarakatkan Tambang
Ketua Pelaksana Minerba Convex 2026 Catur Gunadi menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah memasyarakatkan tambang. Publik diajak mengenal dunia pertambangan secara lebih luas agar memahami proses, peran, serta manfaat subsektor mineral dan batubara bagi kehidupan sehari-hari dan pembangunan nasional.
Karena itu, Minerba Convex 2026 diposisikan bukan sekadar pameran, melainkan ruang dialog, edukasi, dan kolaborasi untuk membangun pemahaman bersama mengenai subsektor mineral dan batubara.
Bagi pemerintah, ajang ini menjadi jalan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan. Harapannya, subsektor mineral dan batubara terus memberi nilai tambah bagi pembangunan nasional dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.