Pencarian

Danantara Jajaki Kerja Sama MIND ID dan Inalum dengan CITIC Group

Jumat, 25 September 2026 • 08:40:31 WIB
Danantara Jajaki Kerja Sama MIND ID dan Inalum dengan CITIC Group
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani membahas kerja sama dengan CITIC Group dalam pertemuan di Jakarta.

KILASKINI.COM — BPI Danantara menjajaki kerja sama sektor mineral strategis bersama CITIC Group, melibatkan Holding Industri Pertambangan MIND ID dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas Indonesia di sektor sumber daya alam dan infrastruktur. Kolaborasi tersebut menyentuh tiga fondasi utama: capital, resources, dan infrastructure.

Paragraf pembuka: CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pembahasan kerja sama dengan CITIC Group berlangsung dalam rangkaian pertemuan di Jakarta. Ada tiga fondasi utama yang menjadi fokus pembicaraan, yakni capital, resources, dan infrastructure. Ketiganya diarahkan untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

Kolaborasi di Sektor Mineral Strategis

Rosan mengungkapkan bahwa di sektor resources, Danantara membahas peluang kolaborasi bersama CITIC Resources, MIND ID, dan Inalum. Tujuannya memperkuat pengelolaan serta pengembangan sumber daya mineral strategis Indonesia.

"Resources bersama CITIC Resources, MIND ID, dan INALUM, memperkuat kolaborasi di sektor mineral strategis Indonesia," kata Rosan, dikutip dari akun Instagram-nya, Jumat (25/9/2026).

MIND ID merupakan holding industri pertambangan yang menaungi sejumlah perusahaan tambang negara. Sementara Inalum bergerak di bidang pengolahan aluminium. Keduanya masuk dalam lingkup kerja sama yang tengah dijajaki bersama CITIC Group.

Akses Pembiayaan hingga Infrastruktur Giant Sea Wall

Dari sisi capital, Danantara bersama China Securities membahas peluang kerja sama di bidang pasar modal dan pembiayaan. Pembahasan ini membuka opsi akses pendanaan yang lebih luas bagi proyek-proyek strategis nasional.

Pada sektor infrastruktur, pembahasan dilakukan bersama CITIC Construction dan BOPPJ. Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan infrastruktur seperti Giant Sea Wall Pantura.

"Capital membuka akses. Resources menciptakan nilai. Infrastructure membangun masa depan," ujar Rosan.

Makna bagi Industri dan Perekonomian

Kolaborasi di sektor mineral strategis berpotensi memperkuat rantai pasok nasional, terutama untuk komoditas yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Keterlibatan mitra global seperti CITIC Group juga membuka akses teknologi dan pasar yang lebih luas.

Bagi pelaku industri, kerja sama ini dapat berdampak pada peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan mineral di dalam negeri. Sementara dari sisi pembiayaan, masuknya mitra pasar modal membuka alternatif pendanaan selain anggaran negara.

Pembahasan yang masih berlangsung ini menandai langkah awal. Belum ada rincian nilai investasi maupun skema kerja sama yang disepakati. Namun arahnya jelas: memperkuat posisi Indonesia di sektor mineral strategis melalui kemitraan lintas negara.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks