Ekonomi RI Tumbuh 5,47% Kuartal III 2026, Posisi Kedua di ASEAN

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada kuartal III 2026.
Penulis: Rendra
Sabtu, 07 November 2026 | 08:02:01 WIB

KILASKINI.COM — Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi kedua di antara lima negara ASEAN yang sudah merilis data, di bawah Vietnam yang melesat 9,95 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan sebagai dua penopang utama pertumbuhan. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,04 persen, lebih tinggi dibanding kuartal III 2025 sebesar 4,89 persen. Sementara industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ekonomi Indonesia tumbuh solid pada triwulan 3-2026. Konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran menjadi penopang utama dari sisi pengeluaran, dan dari lapangan usaha ditopang oleh impresifnya kinerja sektor industri pengolahan," ujar Amalia di Jakarta, Kamis (5/11).

Vietnam Pimpin dengan Pertumbuhan 9,95 Persen

Vietnam mencatat pertumbuhan tertinggi di antara lima negara yang datanya sudah tersedia. Mengutip Kantor Berita Republik Sosialis Vietnam, produk domestik bruto negara itu tumbuh 9,95 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka tersebut naik dari kuartal I 2026 sebesar 8,15 persen dan kuartal II 2026 sebesar 8,81 persen.

Posisi ketiga ditempati Singapura dengan pertumbuhan 5,4 persen. Data Departemen Statistik Singapura menunjukkan laju ekonomi negara kota itu melambat dari 6,2 persen pada kuartal II 2026. Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, ekonomi Singapura hanya tumbuh 1,1 persen, turun dari 1,5 persen pada periode sebelumnya.

Malaysia dan Laos Melengkapi Lima Besar

Malaysia tumbuh 5,3 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, melambat dari 6 persen pada kuartal II. Meski begitu, secara kumulatif sepanjang tiga kuartal pertama 2026 ekonomi Malaysia tumbuh 5,5 persen, lebih tinggi dari periode sama tahun lalu sebesar 4,8 persen.

Laos menutup daftar dengan pertumbuhan 4,8 persen. Berita Tentara Rakyat Laos melaporkan angka itu naik dari 4,6 persen pada periode yang sama tahun lalu. Industri pengolahan, investasi sektor swasta, dan sektor listrik menjadi pendorong utama, disusul perdagangan grosir dan ritel, layanan publik, pariwisata, serta akomodasi dan layanan makanan.

Enam Negara Anggota Belum Rilis Data

Enam anggota ASEAN lainnya belum mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi periode Juli-September 2026, yakni Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Peringkat Indonesia di posisi kedua masih bisa bergeser bergantung pada rilis data negara-negara tersebut.

Dari sisi komposisi, pertumbuhan industri pengolahan Indonesia ditopang industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri logam. Peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata juga ikut mendorong konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2026.

Reporter: Rendra