5 Wisata Air Terjun di Cireunghas dan Gegerbitung yang Masih Asri

Air terjun di kawasan Karikil, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, dikelilingi panorama perbukitan.
Penulis: Rendra
Sabtu, 07 November 2026 | 09:01:00 WIB

KILASKINI.COM — Kabupaten Sukabumi menyimpan banyak curug yang belum tersentuh ramai wisatawan. Di Kecamatan Cireunghas dan Gegerbitung, setidaknya ada lima air terjun yang menawarkan suasana pedesaan dan panorama perbukitan. Berikut daftarnya untuk jadi referensi perjalanan akhir pekanmu.

Kawasan perbukitan di dua kecamatan ini punya potensi wisata alam yang belum banyak terekspos. Beberapa curug sudah dikenal, sebagian lain masih tersembunyi dan menunggu dijelajahi.

1. Curug Luhur Karikil

Air terjun di kawasan Karikil, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, ini berdekatan dengan Bukit Karikil. Ketinggiannya disebut sekitar 15–20 meter. Kawasan sekitarnya cocok untuk trekking sambil menikmati panorama perbukitan.

2. Curug Ima

Masih di Desa Cikurutug, Curug Ima tercatat di peta digital dengan suasana alam yang relatif alami. Lokasinya tersembunyi dan belum banyak diketahui orang. Cocok buat kamu yang ingin menikmati air terjun dalam kondisi sepi dan tenang.

3. Curug Pameungpeuk

Curug ini juga dikenal sebagai Pameungpeuk Baiturrahman atau Pameungpeuk Park. Bentuk air terjunnya melebar dengan beberapa undakan. Di sekitarnya ada bebatuan sungai dan area yang pernah disebut berpotensi untuk berkemah. Lokasinya di Kampung Suradita, Desa Ciengang, Gegerbitung.

4. Curug Cisayang

Curug Cisayang dikaitkan dengan kawasan perbukitan Cisayang. Karena belum dikelola maksimal, informasi soal air terjun ini masih sangat terbatas. Lokasinya berada di Kampung Cisayang, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung.

5. Curug Cisarua

Destinasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Gegerbitung, ini masih relatif alami dan belum dikembangkan dengan fasilitas lengkap. Curug Cisarua tergolong cukup tinggi dengan bebatuan eksotis yang mendominasi.

Lima curug di Cireunghas dan Gegerbitung ini cocok untuk pencari suasana alam yang belum ramai. Sebagian belum terkelola rapi, jadi siapkan bekal dan rencana perjalanan yang matang.

Reporter: Rendra