Pencarian

5 Kabupaten Kota di Sumsel Masuk Zona Peringatan ISPU, PALI Tertinggi Capai 180 Akibat Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 • 03:09:31 WIB
5 Kabupaten Kota di Sumsel Masuk Zona Peringatan ISPU, PALI Tertinggi Capai 180 Akibat Karhutla
Kabut asap karhutla menyelimuti Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 180.

PALEMBANGKabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi wilayah dengan tingkat pencemaran udara terparah di Sumatera Selatan. Data Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel mencatat nilai ISPU di daerah itu telah menyentuh angka 180, jauh di atas ambang batas normal dan masuk kategori tidak sehat.

Kondisi serupa mulai terjadi di empat wilayah lain. Kabupaten Ogan Ilir mencatat ISPU 166, disusul Musi Rawas 159, Kota Palembang 141, dan Kota Prabumulih 140. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel, Idrus Salam, mengatakan kabut asap tipis mulai muncul pada waktu-waktu tertentu di sejumlah titik.

Belum Ada Kebijakan Libur Sekolah dan Kantor

Meski lima daerah telah memasuki tahap peringatan, DLHP Sumsel memastikan aktivitas masyarakat belum dibatasi secara besar-besaran. Kebijakan meliburkan sekolah maupun pekerja baru akan dipertimbangkan jika nilai ISPU menembus angka 301 atau masuk kategori berbahaya.

"Kalau berdasarkan data yang ada, itu sudah memasuki warning. Tapi memang belum sampai terlalu parah," kata Idrus Salam di Palembang, Jumat.

Pihaknya terus memantau perkembangan titik panas dan pergerakan kualitas udara setiap hari. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini apabila kondisi kabut asap kian pekat dan menyebar ke wilayah lain.

Waspada untuk Penderita Asma dan ISPA

DLHP Sumsel mengimbau kelompok rentan, terutama lansia, anak-anak, dan warga dengan riwayat gangguan saluran pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di ruang terbuka. Paparan asap dalam durasi panjang berisiko memperberat kondisi kesehatan.

"Untuk masyarakat yang sudah ada penyakit asma, itu lebih baik menghindari aktivitas di luar rumah agar nanti tidak mengakibatkan kesehatan terganggu," ujar Idrus.

Warga yang mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penggunaan masker saat berada di luar rumah juga disarankan untuk meminimalkan risiko.

DLHP Sumsel berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan meningkat, mengingat musim kemarau masih berlangsung dan potensi karhutla masih terbuka lebar di sejumlah kabupaten.

Sumber: sumsel.antaranews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks