Pencarian

7,2 Persen Dokter Alami Gangguan Jiwa, Kemenkes Siapkan Skrining Ulang

Sabtu, 05 September 2026 • 07:40:31 WIB
7,2 Persen Dokter Alami Gangguan Jiwa, Kemenkes Siapkan Skrining Ulang
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memaparkan hasil skrining kesehatan jiwa terhadap 7,2 persen dokter yang membutuhkan evaluasi lanjutan.

KILASKINI.COM — Skrining kesehatan jiwa terhadap para dokter di Indonesia menghasilkan temuan yang perlu menjadi perhatian. Sebanyak 7,2 persen dari total dokter yang diperiksa menunjukkan kondisi psikologis yang belum optimal dan membutuhkan evaluasi lanjutan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan kesiapan mental para tenaga medis sebelum bertugas. Metode yang digunakan adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), sebuah alat tes psikologi standar untuk mendeteksi gangguan kepribadian dan kondisi mental.

Bukan Sekadar Akibat Perundungan

Dari hasil skrining tersebut, 92,8 persen dokter dinyatakan dalam kondisi kesehatan mental yang baik. Namun, Dante menegaskan bahwa 7,2 persen yang bermasalah tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan praktik perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.

"Jangan langsung dihubungkan dengan masalah bullying karena itu belum tentu. Jadi kita jangan menghakimi dulu, kita coba evaluasi yang diinvestigasi kemudian kita akan temukan titik terangnya ada di mana," tegas Dante di Jakarta, Jumat (4/9).

Tekanan akademis selama menempuh pendidikan kedokteran disebut sebagai faktor signifikan. Tingginya beban kerja dan tuntutan studi yang berat dinilai berkontribusi besar terhadap kondisi psikologis para calon dokter.

Perbaikan Sistem Pendidikan Kedokteran

Menanggapi temuan ini, Kemenkes berkomitmen membenahi tata kelola sistem pendidikan kedokteran. Tujuannya menciptakan iklim belajar yang kondusif tanpa memicu beban psikologis berlebihan bagi peserta didik.

Langkah preventif jangka panjang juga disiapkan dengan menggelar skrining kesehatan jiwa secara berkala. Pemeriksaan ulang akan dilakukan saat dokter memasuki jenjang pendidikan spesialis untuk mendeteksi risiko gangguan mental lebih dini.

Dukungan Sosial untuk Dokter Muda

Kemenkes mendorong lingkungan akademis memberikan ruang dukungan sosial yang kuat bagi para dokter muda. Dosen pembimbing dan pimpinan akademik diminta berperan aktif sebagai mentor pendamping bagi mereka yang menghadapi tekanan studi maupun persoalan personal.

Langkah ini penting untuk mencegah indikasi awal gangguan kesehatan mental berkembang menjadi krisis yang lebih serius. Kemenkes juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menyimpulkan kasus krisis kesehatan jiwa, termasuk dugaan bunuh diri pada peserta PPDS, sebelum proses investigasi resmi selesai.

Sebelumnya, Kemenkes juga meliburkan sementara program internship dokter menyusul wafatnya enam peserta. Sebanyak 10.564 dokter diwajibkan mengikuti skrining kesehatan ulang sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.

Sumber: mediaindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks