KILASKINI.COM — PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengantongi pernyataan efektif OJK untuk rights issue dengan potensi dana Rp 1,54 triliun, hasil dari penerbitan 6,15 miliar saham baru berharga pelaksanaan Rp 250 per saham. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari gelombang ekspansi emiten di tengah penguatan IHSG yang ditutup naik 1,21% ke level 6.192,93. Selain BUVA, dua emiten lain—MGLV dan PSSI—juga menyiapkan langkah bisnis baru yang berbeda arah.
Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diterima perseroan pada 5 Oktober 2026. Dengan rasio 4:1, setiap pemegang empat saham lama berhak atas satu saham baru. Dana segar itu dialokasikan ke sejumlah proyek pengembangan properti dan pelunasan utang.
Rincian Alokasi Dana Rights Issue BUVA
Manajemen BUVA membagi dana hasil rights issue ke beberapa pos pengeluaran. Penyertaan modal ke West Resort Uluwatu menyerap porsi terbesar, disusul pelunasan dipercepat utang bank dan pembangunan kawasan Uluwatu Estate.
- Rp 426,34 miliar untuk penyertaan modal pengembangan West Resort Uluwatu
- Rp 417,80 miliar untuk pelunasan dipercepat utang kepada Bank Mandiri
- Rp 390,34 miliar untuk pembangunan Uluwatu Estate
- Rp 150 miliar untuk renovasi Alila Ubud
- Rp 150 miliar untuk pengembangan Bintan Land
Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi terdilusi maksimal 20%. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 19-30 Oktober 2026, dengan cum-right di pasar reguler dan negosiasi pada 13 Oktober 2026 serta recording date 15 Oktober 2026.
MGLV Kucurkan Jaminan Rp 10,75 Triliun untuk Dua Anak Usaha
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) bergerak lewat dua anak usahanya. Nextier Askara Center (NAC) mengambil alih sekaligus menambah kapasitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan tambahan 36 MW sehingga total kapasitas JababekaDC menjadi 42 MW.
Di lokasi lain, Nextier GenAi Center (NGC) mengembangkan fasilitas BatangDC di KEK Industropolis Batang dengan rancangan kapasitas hingga 60 MW. Untuk membiayai keduanya, MGLV memberikan corporate guarantee atas fasilitas pinjaman BNI yang diterima NAC dan NGC.
NAC memperoleh fasilitas pinjaman hingga Rp 4,13 triliun, sedangkan NGC hingga Rp 6,63 triliun. Total fasilitas yang terkait kedua anak usaha mencapai Rp 10,75 triliun, tercatat sebagai transaksi material karena setara 94,14 kali ekuitas MGLV per 30 Juni 2026 yang sebesar Rp 114,23 miliar.
Melalui pengembangan itu, MGLV menargetkan kapasitas data center yang dikelolanya mencapai sekitar 102 MW. Angka tersebut melonjak dari kapasitas eksisting 6 MW di Jababeka.
PSSI Tambah Enam Kapal, Total Armada Jadi 47 Unit
PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) memperkuat armadanya dengan enam kapal baru, terdiri dari dua tugboat dan empat barge. Kapal-kapal itu berkapasitas masing-masing lebih dari 10.000 ton dan dibangun di dua galangan kapal di Batam.
Penambahan ini bagian dari program peremajaan kapal untuk mendukung pengangkutan dry bulk. Per 30 September 2026, PSSI bersama entitas anak mengoperasikan total 47 unit armada.
Perseroan masih menyiapkan penambahan berikutnya berupa dua set tugboat dan barge serta dua barge tambahan yang ditargetkan rampung pada akhir kuartal III 2026 hingga awal kuartal IV 2026. PSSI juga mulai menjajaki segmen liquid bulk untuk memperluas sumber pendapatan di luar angkutan batu bara.
IHSG Ditutup Menguat, Asing Masih Net Sell
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (6/10) di zona hijau dengan kenaikan 1,21% ke level 6.192,93. Seluruh 11 sektor saham di BEI berakhir menguat, dipimpin sektor transportasi yang naik 3,16%.
Penguatan indeks ditopang saham BYAN yang melesat 9,80% dan memberi kontribusi 19,67 poin. Disusul AMMN naik 6,89% dan MORA menguat 7,82%. Pergerakan BYAN berkaitan dengan perkembangan transaksi akuisisi saham, termasuk peningkatan jumlah saham yang akan dialihkan menjadi 10,08 miliar saham dari sebelumnya 10 miliar saham.
Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar bergerak melemah: BBCA turun 1,21%, BBRI terkoreksi 0,32%, dan BREN turun 1,02%. Dari aktivitas investor, asing mencatatkan net sell Rp 597,49 miliar di pasar reguler, atau Rp 629,87 miliar di seluruh pasar.
Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,49% ke 51.521, S&P 500 bertambah 0,58% ke 7.818, dan Nasdaq menguat 0,45% ke 27.599. Sementara ETF EIDO bergerak datar dengan kenaikan 0,08%, sedangkan indeks MSCI Indonesia turun 0,31%.