Pencarian

Bill Gates Sebut Pekerjaan Fisik dan Perawatan Aman dari Gempuran AI

Jumat, 09 Oktober 2026 • 10:01:31 WIB
Bill Gates Sebut Pekerjaan Fisik dan Perawatan Aman dari Gempuran AI
Bill Gates menilai pekerjaan fisik dan perawatan kesehatan lebih tahan terhadap otomatisasi AI.

KILASKINI.COM — Bill Gates menyarankan pekerja yang khawatir kehilangan pekerjaan akibat AI beralih ke bidang fisik seperti konstruksi dan kelistrikan. Dalam esai terbaru di blog pribadinya, pendiri Microsoft itu menilai perawatan kesehatan dan pekerjaan yang menyentuh sisi manusiawi tidak bisa digantikan mesin. Usulannya mencakup pajak tambahan bagi pengusaha yang mengganti tenaga manusia dengan robot.

Pekerjaan yang Menuntut Kehadiran Manusia

Gates menyoroti peran yang menangani situasi sangat sensitif, terutama spesialisasi perawatan kesehatan. Ia mengaitkannya dengan pengalaman pribadi saat ayahnya meninggal karena Alzheimer pada 2020.

"Ayah saya meninggal karena Alzheimer pada tahun 2020. Pada tahap akhir penyakitnya, ia dirawat siang dan malam oleh para perawat yang memahaminya bahkan ketika ia kesulitan mengekspresikan dirinya," ungkap Gates.

"Ada sesuatu dalam perawatan yang mereka berikan yang tidak bisa digantikan nilainya sebagai manusia. Tidak ada robot yang bisa, ataupun seharusnya, melakukan hal tersebut," sebutnya.

Ia mencontohkan situasi ketika seorang robot menyampaikan berita buruk soal penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Secara teknis mesin bisa melakukannya, tetapi secara moral tidak seharusnya.

"Sebagai contoh, bayangkan sebuah robot menyampaikan berita buruk bahwa Anda menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Secara teknis, tidak ada alasan ia tidak bisa melakukannya. Namun, ia tidak seharusnya melakukan itu," paparnya, dikutip detikINET dari Yahoo News, Jumat (9/10/2026).

Alasan Ekonomi di Balik Usulannya

Gates menilai sejumlah pekerjaan perlu "dicadangkan untuk manusia" dengan alasan ekonomi, bukan sekadar etika. Ia menyoroti nasib pekerja senior yang sudah puluhan tahun menekuni satu bidang.

"Kita mungkin harus menyisihkan sejumlah pekerjaan agar 'dicadangkan untuk manusia' karena alasan ekonomi: Anda tak bisa mengatakan ke seorang berusia 55 tahun yang bekerja di konstruksi sepanjang kariernya bahwa mereka kini harus bekerja di fasilitas perawatan lansia dan mengharapkan mereka puas dengan," tulisnya.

Ia mengusulkan integrasi AI dilakukan bertahap selama bertahun-tahun atau berdekade-dekade, disertai komitmen mempertahankan sebagian lapangan kerja.

"Kita harus mempertimbangkan untuk menyisihkan beberapa pekerjaan mulai sekarang dan mengintegrasikan AI secara bertahap selama bertahun-tahun atau berdekade-dekade dengan komitmen untuk mempertahankan sebagian lapangan kerja," sarannya.

Pajak Robot hingga Proyeksi Otomatisasi

Salah satu instrumen yang diusulkan Gates adalah pajak tambahan bagi pengusaha yang mengandalkan komputer atau robot untuk pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan manusia. Dana yang terkumpul dapat disalurkan ke pekerja yang terkena PHK akibat AI.

Ia melihat China sebagai gambaran nyata. Negara itu merevolusi pabrik otomotif dengan robot untuk menggantikan manusia di lini perakitan.

Kondisi tersebut membuka peluang pekerjaan di lebih banyak industri pada akhirnya terotomatisasi, baik oleh sekumpulan kode komputer maupun robot humanoid. Microsoft sendiri mendaftarkan pekerjaan seperti pembalsem mayat, pembersih bahan berbahaya, dan pencuci piring sebagai profesi yang paling kecil kemungkinan terdampak kemajuan AI.

Usulan Gates menambah panjang perdebatan soal masa depan tenaga kerja di tengah percepatan adopsi AI. Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup di Indonesia, arah kebijakan pajak otomatisasi ini berpotensi memengaruhi struktur biaya operasional jangka panjang.

Sumber: inet.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks