Bilal Hasan Debut di UFC Shanghai Lawan Nilson Rojas, Duel Tanpa Terkalahkan di Kelas Terbang

Bilal Hasan akan menjalani debut UFC melawan Nilson Rojas di Shanghai pada 29 Agustus.
Penulis: Farah
Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:06:31 WIB

KILASKINI.COM — Duel kelas terbang ini mempertemukan dua petarung dengan rekor sempurna. Bilal Hasan dan Nilson Rojas sama-sama mengantongi catatan sembilan kemenangan tanpa kekalahan. Laga ini menjadi ujian pertama bagi keduanya di panggung UFC.

Rekor KO Berimbang Jadi Jaminan Laga Sengit

Baik Bilal maupun Rojas dikenal sebagai petarung agresif dengan kekuatan knockout. Dari sembilan kemenangan Bilal, tujuh diraih lewat KO, satu submission, dan satu keputusan angka. Rojas punya catatan identik: tujuh KO dan dua kemenangan angka.

Kemampuan finis yang nyaris sama membuat laga ini diprediksi berjalan ketat. Keduanya sama-sama nyaman bertarung di atas kaki dan punya power untuk mengakhiri pertarungan lebih cepat.

Kontrak UFC Hingga Main Card dalam Hitungan Hari

Bilal baru saja mengamankan kontrak UFC setelah menang atas Mridul Saikia di ajang Dana White Contender Series (DWCS) pada 11 Agustus. Kurang dari tiga pekan berselang, ia langsung dijadwalkan tampil di main card UFC Shanghai yang berlangsung 29 Agustus.

Jeda persiapan yang singkat menjadi tantangan tersendiri. Namun, keputusan UFC menempatkan Bilal di main card menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap potensinya.

Rojas Bukan Petarung Sembarangan

Nilson Rojas datang dengan reputasi solid dari sirkuit MMA Amerika Selatan dan Amerika Serikat. Petarung asal Peru itu mengasah kemampuan di ajang seperti Inka, Final Fight Championship, Open Fight Latam, Next Level Fight Club, dan Total Warrior Combat.

Rekor tanpa kekalahan di berbagai organisasi itu menegaskan bahwa Rojas bukan lawan yang bisa diremehkan. Ia terbiasa menghadapi variasi gaya bertarung dan selalu keluar sebagai pemenang.

Panggung Pembuktian Dua Debutan

Laga ini menjadi momentum penting bagi karier keduanya di UFC. Pemenang dipastikan langsung mencuri perhatian di kelas terbang, sementara yang kalah harus bekerja ekstra untuk bangkit di laga berikutnya.

Bagi Bilal, tampil di ajang sebesar UFC dengan lawan yang seimbang adalah langkah berani. Namun, tekanan justru bisa menjadi bahan bakar untuk menunjukkan bahwa ia layak bersaing di level tertinggi MMA dunia.

Reporter: Farah