Hujan Mulai Turun di Dumai dan Pelalawan, Plt Gubernur Riau Berharap Kabut Asap Pekanbaru Berkurang

Hujan mulai mengguyur Dumai dan Pelalawan, Plt Gubernur Riau berharap kabut asap di Pekanbaru berkurang.
Penulis: Galih
Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:28:31 WIB

PEKANBARU — Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersyukur hujan akhirnya mengguyur dua wilayah yang selama ini menjadi langganan titik panas. Berdasarkan pantauan, hujan terpantau turun di Dumai pada siang hari dan menyusul di dua kecamatan di Pelalawan pada sore harinya.

"Alhamdulillah dua kecamatan di Pelalawan mulai hujan. Tadi siang, Dumai juga terpantau sudah hujan. Semoga daerah rawan lainnya juga hujan," ujar Hariyanto kepada awak media, Selasa (25/8/2026).

Modifikasi Cuaca di Langit Siak dan Pelalawan

Sebelum hujan turun secara alami, pemerintah daerah sebenarnya telah lebih dulu melakukan upaya modifikasi cuaca. Pada Senin (24/8/2026), proses penyemaian awan dilakukan di radial 066° – 085° dengan jarak 40 hingga 110 nautical mile dari Pekanbaru.

Area penyemaian menyasar wilayah Kabupaten Siak, Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Pelalawan, khususnya di sekitar Pulau Mendol. Sebanyak 1.000 kilogram garam atau NaCl digunakan sebagai bahan semai dalam operasi tersebut.

"Ketinggian penyemaian dilakukan di 10.000 feet pada awan-awan cumulus dengan top 11.000 dan base 7.000 feet," jelasnya.

Mengapa Titik Api di Kerumutan Butuh Penanganan Lebih?

Di tengah upaya memancing hujan, pemerintah juga memusatkan perhatian pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan, Pelalawan. Titik api di kawasan ini dinilai berpotensi meluas sehingga membutuhkan penguatan personel dan peralatan berat di lapangan.

Saat ini, enam unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pembuatan parit gajah. Parit ini berfungsi sebagai sekat atau blokade alami untuk menghentikan laju api agar tidak menjalar ke area yang lebih luas.

"Dalam waktu dekat direncanakan akan ada tambahan sebanyak 15 unit alat berat lagi dikerahkan ke Kerumutan. Tujuannya untuk mempercepat pembuatan parit gajah di sekitar kawasan yang terbakar," kata Hariyanto.

Langkah Darurat yang Terus Dipercepat

Penambahan alat berat dan personel gabungan ini merupakan bagian dari strategi pemadaman darurat. Pemerintah provinsi memprioritaskan pembangunan sekat kanal di titik-titik strategis untuk memutus rantai penyebaran api yang kerap melintasi lahan gambut.

Dengan turunnya hujan di Dumai dan Pelalawan, pemerintah berharap upaya pemadaman di lapangan bisa berjalan lebih optimal. Namun, kewaspadaan tetap dijaga karena potensi kemunculan titik api baru masih terbuka selama musim kemarau belum berakhir.

Reporter: Galih