Harga BBM 26 Agustus 2026: Pertamax Rp15.950, Shell V-Power Diesel Rp21.910
KILASKINI.COM — Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dari empat badan usaha—Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo—masih berlaku hingga akhir Agustus 2026. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, selisih harga antar merek terpantau tipis, berkisar Rp180 per liter untuk produk dengan oktan sama.
Perbandingan Harga BBM RON 92 di SPBU Jakarta
Pertamax masih menjadi pilihan paling ekonomis di segmen RON 92. Berikut daftar harga per 26 Agustus 2026:
- Pertamina Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter
- BP-AKR BP 92: Rp16.130 per liter
- Vivo Revvo 92: Rp16.130 per liter
Selisih Rp180 per liter memang terlihat kecil. Namun untuk pengguna harian dengan konsumsi 40 liter per minggu, bedanya mencapai Rp28.800 per bulan.
Daftar Harga BBM Pertamina per 26 Agustus 2026
Pertamina mempertahankan harga untuk tujuh produknya di DKI Jakarta. Pertalite dan Biosolar masih menjadi yang termurah karena merupakan produk penugasan pemerintah.
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp18.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Harga BBM Shell dan Vivo: Produk Diesel Kompak di Angka Sama
Menariknya, harga diesel dari tiga merek berbeda justru seragam. Shell V-Power Diesel, Vivo Diesel Primus, dan BP Ultimate Diesel sama-sama dipatok Rp21.910 per liter.
Untuk bensin, Shell hanya mencantumkan harga Shell V-Power Diesel pada periode ini. Produk Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ disebut belum tersedia di sejumlah SPBU, dengan ketersediaan yang berbeda di tiap wilayah.
Sementara itu, Vivo menjual Revvo 95 seharga Rp16.760 per liter, setara dengan BP Ultimate dari BP-AKR.
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Bisa Berubah?
Harga produk nonsubsidi tidak diatur pemerintah dan bisa berubah sewaktu-waktu. Badan usaha menyesuaikan harga mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Fluktuasi ini biasanya dievaluasi setiap awal bulan, namun dapat berubah lebih cepat jika tekanan pasar signifikan.
Pemantauan berkala tetap disarankan, terutama bagi pengguna kendaraan operasional atau usaha transportasi yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Perbedaan Rp180 per liter antar merek bisa menjadi pertimbangan, tapi faktor jarak tempuh ke SPBU dan kualitas layanan juga tetap relevan.