Pertamina NRE Resmikan PLTS Pulau Sembur, Hemat 320 Ribu Liter BBM per Tahun

Petugas memasang panel surya di PLTS Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, yang diresmikan Pertamina NRE pada Selasa (25/8/2026).
Penulis: Wahyu
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:03:01 WIB

KILASKINI.COM — Resmikan PLTS 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (25/8/2026). Proyek yang dikembangkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) ini menjadi bagian dari megaproyek PLTS berkapasitas 100 Giga Watt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dari Monumen Operasi Gilimanuk, Bali. Kehadiran pembangkit ini tidak hanya menerangi rumah warga, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi baru. Sebelumnya, masyarakat Pulau Sembur yang berjumlah sekitar 200 kepala keluarga hanya mengandalkan genset pribadi selama tiga hingga empat jam di malam hari. Kini, mereka bisa beraktivitas lebih lama dengan pasokan listrik yang andal dan ramah lingkungan.

Dampak Langsung untuk Nelayan dan Koperasi Desa

Proyek ini dirancang dengan konsep productive use of energy, di mana listrik menjadi penggerak usaha produktif. Pertamina NRE melengkapi PLTS tersebut dengan ice maker berkapasitas 4 ton per hari dan cold storage 5 ton untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan. Fasilitas ini juga mendukung operasional koperasi desa dalam mengelola rantai dingin perikanan. "PLTS Pulau Sembur menjadi contoh bagaimana energi bersih dapat menjadi penggerak aktivitas produktif masyarakat. Kehadiran listrik yang lebih andal akan mendukung pengembangan cold storage, ice maker, dan aktivitas ekonomi koperasi serta nelayan," ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis.

Hemat BBM Hingga Rp5 Miliar per Tahun

Selain dampak sosial, proyek ini memberikan efisiensi biaya yang signifikan. Dengan memanfaatkan energi surya, konsumsi BBM untuk pembangkit listrik berkurang sekitar 877 liter per hari atau setara 320 ribu liter per tahun. Potensi penghematan biaya BBM diperkirakan mencapai Rp3,5–5 miliar per tahun. Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan proyek ini. "Pertamina bersama Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi, dan pemerintah daerah berhasil menghadirkan PLTS 1 MWp di Pulau Sembur, sekaligus memperkuat peran koperasi dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi desa," jelasnya.

Bagian dari Target 100 GWp Pemerintah

Proyek PLTS Pulau Sembur merupakan salah satu pilot project dari program nasional 100 GWp yang dicanangkan Presiden Prabowo. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya pengembangan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. "Dengan 100 GW, kita akan menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri," ujarnya. Sekretaris Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Haris menambahkan, kolaborasi semua pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk menyukseskan program 100 GWp. "Kehadiran PLTS membawa manfaat nyata bagi masyarakat, seperti di Pulau Sembur yang kini dapat menikmati listrik 24 jam," katanya. Proyek ini mulai dibangun pada 20 Desember 2025, memasuki tahap konstruksi pada 13 Maret 2026, dan mencapai commissioning pada 17 Agustus 2026. Keberhasilan PLTS Pulau Sembur diharapkan menjadi model pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan lain di Indonesia.

Reporter: Wahyu