KILASKINI.COM — Prestasi ini diraih di tengah meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri perbankan nasional. Tahun ini, AIBP mencatat 122 nominasi, melonjak signifikan dibandingkan 32 nominasi pada 2017. Lebih dari separuh pengajuan yang masuk bahkan telah mengadopsi AI atau machine learning, dengan tren yang bergeser dari sekadar sistem prediktif menuju sistem yang lebih otonom.
BTN: dari Bank Pembiayaan Rumah Menjadi Orkestrator Ekosistem
BTN memenangkan kategori Open melalui platform balé by BTN. Platform ini memperluas peran bank yang selama ini identik sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pengelola ekosistem perumahan digital yang lebih luas.
Di dalam platform tersebut, nasabah bisa mencari properti, melakukan tur virtual, mengakses layanan renovasi, hingga mengelola dokumen secara digital. Aplikasi BTN Mobile juga dirombak menjadi super-app untuk menopang seluruh layanan ekosistem itu.
Yang menarik, BTN tidak berhenti di layanan permukaan. Bank ini juga memanfaatkan AI dalam proses underwriting KPR. Teknologi itu diklaim mampu memangkas waktu persetujuan kredit dari rata-rata lima hari menjadi kurang dari 24 jam bagi nasabah yang memenuhi syarat.
Division Head of IT Strategic Planning Division BTN, Joko Christianto, mengatakan penghargaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaan.
"Melalui balé by BTN, kami bergerak melampaui pembiayaan KPR tradisional untuk mengorkestrasi ekosistem perumahan yang terintegrasi dan berpusat pada nasabah," ujar Joko dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, pengakuan ini memperkuat komitmen BTN menghadirkan layanan keuangan digital yang mudah diakses, berbasis data, dan mulus bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Mandiri: Membaca Kebutuhan Nasabah Sebelum Mereka Bertanya
Bank Mandiri, di sisi lain, menyabet kategori Data & AI berkat inovasi Customer Data Platform. Platform ini dirancang untuk menggabungkan data transaksi, interaksi layanan, perilaku digital, hingga informasi demografis dari berbagai sistem internal menjadi satu profil nasabah terpadu 360 derajat.
Data yang terkonsolidasi itu kemudian dipakai untuk memberikan personalisasi secara real time di aplikasi Livin' by Mandiri. Lebih dari itu, bank berkode saham BMRI ini juga menggunakan analitik prediktif untuk memperkirakan kebutuhan nasabah sebelum mereka mengajukan permintaan secara aktif—mulai dari peluang persetujuan kredit hingga rekomendasi investasi.
Menariknya, seluruh platform tersebut dirancang, dibangun, dan diterapkan secara internal oleh tim Bank Mandiri sendiri.
Department Head of AI Development Bank Mandiri, Brikson Hara Donald Barus, menilai pencapaian ini menunjukkan pemanfaatan data dan AI telah menjadi bagian penting dari inovasi perbankan modern.
"Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami memanfaatkan kekuatan data dan AI untuk mendorong inovasi, menciptakan pengalaman yang lebih personal, dan memberikan nilai yang lebih besar bagi nasabah," tutur Brikson.
Kemenangan dua bank BUMN ini menegaskan arah industri perbankan nasional yang tak lagi hanya bersaing di sisi produk dan bunga, tetapi juga pada kecanggihan teknologi untuk mendekatkan diri dengan kebutuhan nasabah. Baik BTN maupun Mandiri kini sama-sama menjadikan data sebagai "minyak baru" untuk menggerakkan bisnis mereka ke depan.