Polres Lumajang Kerahkan Personel Bantu Padamkan Karhutla di Lereng Semeru, 172 Pendaki Dievakuasi dari Ranu Kumbolo
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Polres Lumajang bersama petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan penyekatan dan pemadaman api secara manual di tengah medan terjal, sementara 172 pendaki yang sempat berada di Ranu Kumbolo telah dievakuasi dalam kondisi selamat.
LUMAJANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru masih terus berlangsung hingga Jumat. Dua lokasi utama menjadi fokus penanganan, yakni Ranu Kembang di Blok Ayek-Ayek serta Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan personelnya dikerahkan bersama Polsek Senduro, Koramil Senduro, BPBD Lumajang, petugas TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta warga Desa Ranupani dan Argosari. Mereka bergerak dengan peralatan seadanya karena medan yang sulit dijangkau.
Dua Titik Api Masih Menyala, Medan Terjal Jadi Kendala Utama
Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik yang membentang dari arah Jantur menuju kawasan B-29. Hingga keterangan resmi dirilis, api di dua lokasi masih menyala dan belum berhasil dipadamkan.
"Medan yang berat menjadi salah satu kendala utama. Kawasan Ranu Kembang sulit dijangkau, sementara api terus membesar sehingga petugas mengalami kesulitan untuk menuju titik kebakaran," ujar Riki dalam keterangannya, Jumat.
Di Ledok Bedor, petugas menghadapi medan terjal dan keterbatasan peralatan. Angin serta lokasi kebakaran yang terbagi menjadi tiga titik memaksa petugas menuntaskan satu titik api sebelum berpindah ke titik berikutnya.
Pemadaman Manual dengan Sekat dan Ranting Pohon
Proses pemadaman dilakukan secara manual. Petugas membuat sekat untuk menghambat pergerakan api serta menggunakan batang atau ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi di permukaan tanah.
"Dengan alat manual, personel Polres Lumajang bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam," jelas Riki.
172 Pendaki dari Ranu Kumbolo Berhasil Dievakuasi
Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah dievakuasi. Seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi selamat.
"Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total," ujarnya.
Pemadaman dari Udara Jadi Opsi yang Dipertimbangkan
Dengan kondisi medan dan luasnya titik kebakaran, pemadaman dari darat dinilai membutuhkan dukungan tambahan. Salah satu opsi yang diperlukan adalah pemadaman melalui udara menggunakan helikopter.
Penutupan total jalur pendakian dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta memudahkan petugas dalam melakukan pembasahan dan penyekatan area terdampak.