PLN MCTN Latih 216 Siswa dan 34 Guru SMK Negeri 26 Jakarta Jadi Teknisi Konversi Motor Listrik
KILASKINI.COM — Pelatihan yang digelar di SMK Negeri 26 Jakarta ini bukan sekadar kelas teori. Peserta diuji langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Global Otomotif dan Perkumpulan Profesi Otomotif Indonesia (PPOI) untuk mendapatkan pengakuan resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN MCTN bersama PT PLN (Persero).
Kompetensi yang Dicari: Mengubah Motor BBM Jadi Listrik
Kebutuhan akan tenaga kerja terampil di sektor kendaraan listrik tumbuh seiring meningkatnya adopsi kendaraan ramah lingkungan. Salah satu keahlian yang paling dicari saat ini adalah kemampuan mengonversi kendaraan bermotor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.
Melalui pelatihan ini, para siswa dan guru tidak hanya belajar teori dasar kelistrikan, tetapi juga praktik langsung proses konversi. Sertifikat BNSP yang diperoleh diharapkan menjadi modal berharga untuk memasuki dunia kerja atau membuka usaha bengkel konversi.
Pesan Dirut PLN MCTN: Jangan Hanya Kejar Sertifikat
Direktur Utama PLN MCTN, Paul Kiring Kaloh, menekankan bahwa sertifikat hanyalah alat bukti formal. Ia meminta para peserta fokus pada penguasaan ilmu dan proses, bukan sekadar mengejar legalitas.
"Khusus kepada anak-anak peserta pelatihan, saya berpesan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan hanya mengejar sertifikatnya, tetapi kuasai ilmunya, pahami prosesnya, dan teruslah belajar. Teknologi akan terus berkembang, sehingga kemampuan untuk beradaptasi dan meningkatkan kompetensi akan menjadi bekal penting bagi masa depan," ujar Paul dalam pembukaan pelatihan, dikutip Minggu (30/08/2026).
Dukungan Penuh dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Kepala Bidang SMK hadir langsung dalam acara pembukaan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan vokasi otomotif.
Kepala SMK Negeri 26 Jakarta, Darminto, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Program ini dinilai sejalan dengan kebutuhan kurikulum industri dan memberikan nilai tambah bagi lulusan SMK di bidang teknologi elektrifikasi.
Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik yang Mandiri
PLN MCTN memandang pelatihan ini sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Kehadiran teknisi bersertifikat menjadi fondasi penting agar industri konversi motor listrik di Indonesia bisa tumbuh sehat dan profesional.
Kolaborasi antara PLN MCTN, PT PLN (Persero), dan SMK Negeri 26 Jakarta ini diharapkan menjadi model pengembangan kompetensi yang bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain. Dengan semakin banyaknya tenaga ahli bersertifikat, target pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik pun mendapat dukungan dari sisi kesiapan sumber daya manusia.