Bayi 3 Bulan Berenang Pertama Kali: Manfaat dan Tips Aman ala Alyssa Daguise

Alyssa Daguise mengajak bayi Soleil yang berusia tiga bulan berenang untuk stimulasi motorik.
Penulis: Wahyu
Senin, 31 Agustus 2026 | 06:10:31 WIB

KILASKINI.COM — Menjelang usia empat bulan, bayi biasanya sudah mulai aktif menggerakkan tangan dan kaki. Berenang bisa menjadi salah satu stimulasi motorik yang menyenangkan, seperti yang dilakukan Alyssa Daguise bersama anak semata wayangnya, Soleil, yang usianya baru tiga bulan. Momen itu terlihat dalam beberapa potret yang diunggah di media sosial, memperlihatkan baby Soleil tampak tenang di pangkuan sang Mama di dalam air.

Bagi para ibu muda, melihat artis membawa bayinya berenang mungkin terasa mengkhawatirkan. Padahal, dengan persiapan yang tepat dan pengawasan ketat, berenang memberikan banyak manfaat bagi perkembangan si kecil. Berikut ulasannya.

Manfaat Berenang untuk Bayi 3 Bulan

Di usia tiga bulan, refleks berenang bayi memang sudah mulai berkurang, tetapi tubuhnya justru lebih siap merespons sensasi air. Berenang membantu melatih keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh, yang mendukung perkembangan motorik kasar. Gerakan mengayun tangan dan kaki di air memperkuat otot leher, punggung, serta bahu.

Aktivitas ini juga merangsang indra peraba dan penglihatan karena bayi melihat lingkungan sekitar dari sudut pandang yang berbeda. Sensasi air yang mengalir memberikan input sensorik yang menenangkan, sehingga banyak bayi justru lebih mudah tidur setelah sesi berenang. Rutinitas ini bisa menjadi bonding yang kuat antara ibu dan anak karena kontak kulit langsung selama digendong atau dipegang.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berenang Pertama Kali?

Pediatricians umumnya menyarankan bayi mulai dikenalkan pada kolam renang setelah usianya minimal dua bulan, asalkan kondisi kesehatannya prima. Pada usia tiga bulan, seperti yang dilakukan Alyssa, bayi sudah cukup kuat untuk diajak berendam singkat di air hangat. Kuncinya adalah memastikan suhu air antara 30–32 derajat Celsius dan durasi tidak lebih dari 10–15 menit.

Hindari berenang jika bayi sedang demam, batuk pilek berat, atau baru saja imunisasi. Konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu jika ada riwayat alergi kulit atau asma. Perhatikan juga jadwal makan: beri jeda minimal 30–45 menit setelah menyusu supaya si kecil tidak kembung atau gumoh di air.

Tips Aman untuk Sesi Berenang Pertama Bayi

Sebelum masuk kolam, periksa kebersihan air dan pastikan area kolam tidak terlalu ramai. Gunakan popok renang khusus untuk bayi agar kotoran tidak menyebar. Mulailah dengan menggendong bayi dalam posisi tegak menghadap Anda, usap air ke bagian kaki dan tangan secara perlahan agar ia terbiasa dengan suhu.

Selama di air, selalu pegang tubuhnya dengan kedua tangan: satu di bawah ketiak dan satu lagi menopang kepala dan leher. Bayi belum mampu menopang kepalanya sendiri secara sempurna di usia tiga bulan. Jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan, bahkan sedetik pun, karena risiko tersedak atau tenggelam tetap ada meski air dangkal.

Sesuaikan reaksi bayi. Jika ia menangis terus, keluar air dan tenangkan dulu. Jangan memaksakan. Berenang harus terasa menyenangkan, bukan menakutkan. Untuk pertama kali, cukup 5–10 menit saja, lalu tingkatkan durasi secara bertahap di sesi berikutnya.

Perlengkapan yang Perlu Disiapkan Sebelum Berenang

Selain popok renang, siapkan handuk lembut dan cepat kering, serta pakaian ganti yang hangat setelah selesai. Jika menggunakan pelampung leher (neck ring), pastikan produk tersebut teruji aman dan tidak menekan tenggorokan bayi. Beberapa ahli justru menyarankan berenang dengan gendongan langsung karena lebih aman untuk bayi di bawah 6 bulan tanpa menambah alat.

Bawa mainan plastik kecil yang tidak mudah tenggelam untuk mengalihkan perhatian bayi selama di air. Jangan lupa juga membersihkan tubuh bayi dengan air bersih setelah selesai berenang. Rendam kulitnya sebentar untuk menghindari iritasi akibat kaporit, lalu keringkan dan berikan pelembap yang aman untuk kulit bayi.

Perhatian Khusus Setelah Berenang

Setelah sesi pertama, perhatikan kondisi bayi dalam 24 jam ke depan. Jika muncul ruam kemerahan, mata memerah, atau demam, segera hubungi dokter. Bisa jadi ia mengalami iritasi atau infeksi ringan. Amati juga polanya: apakah tidurnya lebih nyenyak atau justru rewel? Setiap bayi berbeda.

Jangan ragu untuk menunda berenang berikutnya jika si kecil menunjukkan tanda kurang nyaman. Konsistensi lebih penting daripada kuantitas. Berenang setiap satu atau dua minggu sekali sudah cukup untuk memberikan manfaat stimulasi tanpa membuat bayi kelelahan.

Momen pertama berenang bersama buah hati adalah pengalaman berharga yang akan selalu dikenang. Dengan persiapan matang dan pengetahuan yang tepat, kegiatan ini bisa menjadi rutinitas sehat yang dinantikan si kecil setiap minggunya. Ikuti insting ibu dan jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memulai.

Reporter: Wahyu