PSEL Palembang Mulai Olah 960 Ton Sampah Per Hari, Wali Kota Sebut Solusi Modern Atasi Masalah Persampahan

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau pengiriman perdana sampah ke fasilitas PSEL Palembang, Selasa (18/2/2025).
Penulis: Galih
Kamis, 03 September 2026 | 03:15:31 WIB

PALEMBANG — Sebanyak 960 ton sampah per hari ditargetkan masuk ke fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang. Pemerintah Kota Palembang resmi memulai pengiriman sampah perdana dari sejumlah wilayah ke fasilitas tersebut, Selasa (18/2/2025).

Langkah ini menjadi penanda perubahan sistem pengelolaan sampah di kota yang selama ini mengandalkan pola konvensional. Kehadiran PSEL tidak hanya menjawab persoalan gunungan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

Dua Manfaat Besar dari Pengolahan Sampah Modern

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut PSEL Palembang bukan fasilitas pengolahan sampah biasa. Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia.

"PSEL Palembang bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," kata Ratu Dewa saat meninjau pengiriman perdana.

Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan kembali oleh warga. Dengan begitu, sampah yang sebelumnya menjadi masalah berubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.

Tahapan Pengolahan: Perlu Waktu Hampir Sepekan Sebelum Dibakar

Ratu Dewa menjelaskan, sampah yang masuk ke PSEL tidak langsung dibakar. Material sampah terlebih dahulu melewati proses fermentasi selama lima hingga tujuh hari sebelum masuk ke tahap pembakaran awal.

"Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari," ujar Ratu Dewa.

Tahapan fermentasi itu menjadi bagian penting dalam sistem pengolahan. Proses tersebut dirancang untuk mempersiapkan sampah agar siap diolah lebih lanjut hingga akhirnya bisa dikonversi menjadi energi listrik.

Permasalahan Sampah Kota yang Selama Ini Menumpuk

Selama bertahun-tahun, persoalan sampah menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Palembang. Volume sampah yang terus meningkat setiap harinya kerap membuat kewalahan petugas kebersihan dan mengancam kelestarian lingkungan.

Dengan beroperasinya PSEL, Ratu Dewa menegaskan bahwa kota ini memasuki cara penanganan yang lebih modern dan berkelanjutan. Pengiriman perdana ini disebutnya sebagai tonggak penting bagi pengelolaan sampah di Palembang.

Ia menambahkan, sistem ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang sehingga masalah sampah yang selama ini menumpuk bisa dikelola dengan lebih efisien dan memberikan dampak positif bagi warga. Ke depan, pemerintah akan terus mengevaluasi proses operasional PSEL agar target pengolahan bisa tercapai optimal.

Reporter: Galih