Karhutla Aceh Barat Meluas ke 4 Kecamatan, 11,5 Hektare Lahan Hangus dan Api Baru Padam 80 Persen

Petugas BPBD memadamkan api karhutla yang melanda lahan di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis (3/9/2026).
Penulis: Wahyu
Sabtu, 05 September 2026 | 03:20:01 WIB

ACEH BARAT — Luas lahan yang terbakar dalam karhutla di Aceh Barat mencapai 11,5 hektare, tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, dan Woyla. Data ini merupakan pembaruan laporan BPBD Aceh Barat pada pukul 17.00 WIB, Kamis (3/9/2026).

Dharmawan menyebutkan api yang berhasil dipadamkan baru mencapai 80 persen. Sejumlah lokasi masih menyisakan titik asap sehingga Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih dikerahkan ke lapangan.

Sebaran Titik Api dan Luas Lahan Terdampak

Berdasarkan catatan BPBD, lahan terbakar di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, mencapai 3 hektare. Titik terluas berada di Gampong Mesjid Baro, Kecamatan Samatiga, dengan luas sekitar 5 hektare.

Sementara itu, kebakaran juga melanda Gampong Simpang, Kecamatan Kaway XVI, seluas 2 hektare, serta Gampong Aron Tunong, Kecamatan Woyla, sekitar 1,5 hektare.

Kronologi: Titik Panas Terdeteksi Sejak Senin Lalu

Informasi awal kemunculan titik api diterima BPBD pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Laporan itu berasal dari masyarakat dan kemudian diperkuat dengan pemantauan titik panas melalui aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning.

Hasil pemantauan menunjukkan titik panas terdeteksi di wilayah Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla, serta Kaway XVI. TRC BPBD langsung diterjunkan ke tiga lokasi utama, yakni Gampong Blang Beurandang, Gampong Mesjid Baro, dan Gampong Simpang.

Kendala di Lapangan: Akses Sulit dan Angin Kencang

Proses pemadaman menghadapi sejumlah hambatan. Dharmawan menjelaskan sumber air di wilayah Woyla masih terbatas, sementara akses menuju titik karhutla di Samatiga dan Johan Pahlawan cukup sulit dilalui petugas.

“Angin kencang juga menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan di lapangan,” katanya dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Kamis (3/9/2026).

Meski demikian, hujan yang sempat turun pada malam hari disebut turut membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi. BPBD memastikan penanganan terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.

Personel dan Peralatan yang Dikerahkan

Dalam penanganan ini, BPBD Aceh Barat mengerahkan satu unit kendaraan D-Max, satu unit ATV, satu unit drone, serta dua unit mesin air berikut selang. Unsur TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh, dan masyarakat juga turun membantu proses pemadaman.

“Tim langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. TNI, Polri dan masyarakat juga turut menurunkan personel serta peralatan untuk membantu proses pemadaman,” ujar Dharmawan.

Penyebab Masih Diselidiki, Warga Diminta Waspada

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karhutla tersebut tidak hanya merusak vegetasi tanaman, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan warga di sekitar lokasi akibat paparan asap.

Dharmawan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap di kawasan hutan dan lahan agar dapat ditangani sedini mungkin.

Reporter: Wahyu