Prabowo Perintahkan Percepatan Hilirisasi, 290 BUMN Ditutup demi Efisiensi Rp50 Triliun
KILASKINI.COM — Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di Hambalang, Bogor, Jumat (4/9). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan pertemuan itu membahas dua agenda utama: hilirisasi dan restrukturisasi badan usaha milik negara.
Target Penutupan 700 BUMN dan Penghematan Rp100 Triliun
Sejauh ini pemerintah sudah menutup 290 perusahaan pelat merah. Langkah tersebut menghasilkan penghematan anggaran negara mencapai Rp50 triliun.
Konsolidasi akan berlanjut hingga akhir Desember 2026. Pemerintah menargetkan setidaknya 700 BUMN lain menyusul ditutup, dengan proyeksi total efisiensi mencapai Rp100 triliun.
Rosan Roeslani dan Bahlil Lahadalia hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Turut mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan COO Danantara Dony Oskaria.
Hilirisasi: Strategi Nilai Tambah di Dalam Negeri
Percepatan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Pemerintah menilai kebijakan ini akan memperkuat investasi serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
"Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," kata Teddy dalam konfirmasinya, Sabtu (5/9).
Pertemuan di Hambalang ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi berkala yang dilakukan Kepala Negara terhadap proyek strategis nasional. Hilirisasi sendiri menjadi salah satu program prioritas yang digaungkan sejak masa kampanye Prabowo.
Penataan BUMN: Struktur Efisien dan Profesional
Presiden menekankan bahwa penataan BUMN tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Perampingan harus terukur dan menyeluruh, bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan.
"Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional," ujar Teddy.
Langkah ini merupakan instruksi lanjutan dari arahan Presiden sebelumnya. Pemerintah menyederhanakan struktur perusahaan negara agar masing-masing BUMN yang tersisa memiliki fokus bisnis yang jelas dan sehat secara finansial.
Belum ada rincian lanjutan mengenai sektor mana saja yang akan terdampak gelombang penutupan berikutnya. Keputusan final diperkirakan akan diumumkan setelah kajian konsolidasi Danantara dan kementerian teknis tuntas dilakukan.