Erupsi Gunung Anak Krakatau Tutup Bandara Soetta dan 3 Lainnya
KILASKINI.COM — Sebanyak 4 bandara di Indonesia terpaksa menghentikan seluruh aktivitas penerbangannya untuk sementara waktu. Peningkatan aktivitas erupsi dari Gunung Anak Krakatau membuat ruang udara di kawasan terkait tidak aman untuk dilintasi armada pesawat.
Empat fasilitas penerbangan yang ditutup sementara tersebut mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Bandara Budiarto. Penutupan berlangsung serentak menyusul mitigasi risiko keselamatan penerbangan di area terdampak.
Kronologi Penutupan Operasional Bandara Soetta
Penghentian operasional di Bandara Soetta tercatat mengalami sejumlah tahapan perpanjangan waktu sejak dini hari. Penutupan awal diberlakukan pada rentang waktu 01.30–05.30 WIB, sebelum akhirnya diperpanjang ke periode 05.30–09.30 WIB.
Kondisi vulkanik yang belum membaik memaksa pihak pengelola kembali menunda jadwal penerbangan. Batas akhir penutupan tersebut kemudian ditetapkan berlangsung sampai pukul 13.30 WIB pada hari yang sama.
"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 13.30 WIB," tulis otoritas Bandara Soetta melalui akun Instagram resminya, Minggu (6/9/2026).
Pantauan Layanan Navigasi Ruang Udara
Berdasarkan pantauan aplikasi pelacak penerbangan Flightradar24, wilayah udara di atas Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kawasan sekitarnya terlihat kosong tanpa pergerakan pesawat. Jalur lintas komersial di area tersebut sepenuhnya disterilkan dari lalu lintas reguler.
Situasi berbeda terlihat pada ruang udara di bagian Indonesia lainnya. Rute penerbangan di luar zona bahaya terpantau masih dilintasi cukup banyak armada pesawat karena jalurnya tidak terdampak material letusan Gunung Anak Krakatau.
Pihak AirNav menegaskan pengawasan pergerakan kondisi ruang udara tetap berjalan secara intensif dari waktu ke waktu.
"Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan," tulis keterangan resmi AirNav.