Kebakaran Hutan Gunung Semeru Capai 1.888 Hektare, BPBD Jatim Kerahkan Water Bombing ke Gunung Butak dan Arjuno

Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Butak dan Gunung Arjuno melalui teknik water bombing, Minggu (6/9/2026).
Penulis: Farah
Minggu, 06 September 2026 | 15:03:01 WIB

BLITAR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya 1.888 hektare lahan di kawasan Gunung Semeru ludes terbakar hingga Minggu (6/9/2026).

Kondisi cuaca di Semeru yang cepat berubah disertai tiupan angin kencang memaksa tim udara mengalihkan fokus sementara. Operasi pemadaman jalur udara lewat teknik water bombing kini diprioritaskan ke titik api yang masih berkobar di kawasan Gunung Butak dan Gunung Arjuno sembari menunggu cuaca kembali stabil.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan bahwa penentuan target helikopter pemadam sangat bergantung pada faktor keselamatan penerbangan dan jarak pandang pilot.

"Hingga hari ini kami tetap melakukan water bombing di beberapa wilayah. Salah satunya di Semeru, lalu di Gunung Butak, dan di Arjuno," kata Gatot.

"Kalau cuaca dan kondisi angin di Semeru sudah bagus, maka penanganan akan digeser kembali ke Semeru," ujarnya, Minggu (6/9/2026).

Tantangan Pemadaman Darat dan Curamnya Medan Tebing

Operasi pemadaman kebakaran hutan pegunungan ini tidak hanya mengandalkan armada udara. Tim gabungan yang terdiri atas personel BPBD Jatim, TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terus merangsek memadamkan bara api lewat jalur darat.

Namun, regu darat dihadapkan pada hambatan geografis yang berat. Lokasi kebakaran berada di punggung gunung dengan jurang terjal serta titik api yang berjarak jauh dari akses kendaraan maupun pos pendakian terdekat.

"Kendala pemadaman darat sendiri jaraknya pasti jauh. Selain itu, teman-teman juga terkendala curamnya lokasi kebakaran. Ini menjadi kendala untuk mendekat ke lokasi," pungkasnya.

Gatot menjelaskan bahwa pemadaman udara pun tidak kalah berisiko. Pilot harus bermanuver di tengah angin kencang pegunungan dan jurang-jurang sempit yang menyulitkan penjatuhan bom air secara presisi.

Titik Api Baru Terpantau di Gunung Ijen

Ancaman karhutla di Jawa Timur kian meluas menyusul laporan kemunculan titik api baru di kawasan Gunung Ijen. Wilayah perbatasan di ujung timur Pulau Jawa tersebut kini membutuhkan penanganan segera agar kobaran api tidak merembet ke cagar alam sekitarnya.

Menanggapi situasi di Gunung Ijen, dua kepala daerah setempat telah berkoordinasi langsung dengan pihak provinsi. BPBD Jatim mengonfirmasi telah menerima permintaan resmi dari Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso untuk mengirimkan dukungan pergerakan personel darat.

Pernyataan terkait langkah penanganan darurat karhutla ini disampaikan Gatot saat dirinya mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.

Reporter: Farah