KILASKINI.COM — Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kembali mencatat aktivitas vulkanik signifikan pada Minggu, 6 September 2026. Gunung Semeru yang berdiri kokoh di perbatasan Lumajang dan Malang mengalami erupsi dengan muntahan abu pekat yang membubung ke angkasa.
Berdasarkan rekaman Pos Pengamatan Gunung Semeru, lontaran material letusan terjadi tepat pukul 07.51 WIB. Kolom abu tebal berwarna putih kelabu terpantau membubung setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru, bergerak mengarah ke timur.
Badan Geologi mengonfirmasi fenomena kegempaan tersebut lewat catatan seismograf teknis.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07.51 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.000 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dalam keterangannya, Minggu 6 September 2026.
Zona Merah 5 Kilometer dari Kawah Aktif
Laporan resmi petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mencatat erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi 102 detik. Angka kegempaan ini memicu peringatan keselamatan mendesak bagi komunitas petualang dan warga setempat.
PVMBG menegaskan batas steril mutlak dalam radius 5 kilometer dari kawah utama. Jarak bebas ini ditetapkan untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar yang dapat terlempar sewaktu-waktu tanpa peringatan awal.
Pelanggaran terhadap batas aman di sektor puncak sangat berisiko fatal bagi keselamatan jiwa wisatawan.
Pembatasan Area Wisata di Jalur Besuk Kobokan
Ancaman bahaya tidak hanya berada di lingkar kepundan atas. Lembah sungai yang kerap menjadi jalur lintas jeep wisata dan penjelajahan alam kini berada di bawah pengawasan ketat petugas geologi.
Pemerintah melarang seluruh kegiatan manusia di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Jalur ini menjadi rute utama keluarnya endapan material erupsi dari kubah lava.
Di luar jarak 13 kilometer tersebut, ruang gerak dibatasi ketat sejauh 500 meter dari sempadan sungai hingga batas 17 kilometer karena ancaman lahar hujan.
Titik Rawan Aliran Awan Panas dan Lahar
Pengunjung yang menjelajahi kaki gunung diminta waspada penuh saat melintasi jalur lembah sungai. Awan panas guguran dan banjir lahar mengancam sejumlah ceruk air alami yang berhulu di puncak Semeru.
Daerah aliran sungai yang masuk dalam daftar pengawasan ekstra meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Anak-anak sungai kecil di sekitar jalur utama tersebut turut berisiko meluapkan sedimen vulkanik panas saat terjadi akumulasi material.
Patuhi seluruh rambu mitigasi resmi PVMBG dan tunda perjalanan ke titik rawan hingga status vulkanik dinyatakan sepenuhnya aman.