Artinya, masih ada 215.603 posisi yang siap diisi. Sayangnya, menurut Pelaksana Harian (Plh) Menteri P2MI sekaligus Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, posisi tersebut membutuhkan calon pekerja yang kompeten dan memenuhi kualifikasi industri.
"Ini adalah kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia, tetapi tentu harus diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memenuhi kualifikasi," ujarnya dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari, Rabu (2/9/2026).
Jalur Masuk Program SMK Go Global
Pemerintah menyiapkan program SMK Go Global sebagai kendaraan utama untuk mengisi kekosongan tersebut. Program ini adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja ke pasar internasional secara bertahap hingga 2029.
Rincian targetnya adalah 300.000 calon pekerja migran dari lulusan SMK dan 200.000 tenaga kerja dari kalangan umum. Christina menegaskan program ini tidak sekadar pelatihan, melainkan jembatan langsung menuju penempatan kerja.
"Program SMK Go Global dibentuk untuk memberi akses kepada lulusan pendidikan vokasi menuju pasar kerja global. Kita tidak hanya bicara pelatihan, tetapi bagaimana kompetensi yang dimiliki benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri dan berujung pada penempatan," jelas Christina.
Industri dan Negara Tujuan Penempatan
Pemerintah membidik sejumlah sektor yang sedang kekurangan tenaga kerja di luar negeri. Berikut daftar posisi yang paling dicari:
- Perawat dan caregiver (careworker): kebutuhan tinggi di negara dengan populasi menua.
- Tukang las (welder): dibutuhkan untuk proyek industri dan manufaktur.
- Sopir bus dan truk: peluang besar untuk pemegang lisensi mengemudi internasional.
- Sektor hospitality: mencakup perhotelan, restoran, dan pariwisata.
Adapun negara tujuan utama meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, dan sejumlah negara di kawasan Eropa lainnya.
Jadwal Pendaftaran 2026 dan Biaya Pelatihan
Tahun ini, pelaksanaan SMK Go Global dibagi dalam dua batch. Untuk Batch 1 gelombang 1 dan 2, sudah terpilih 3.340 peserta yang kini mengikuti pelatihan di 167 kelas yang tersebar di 20 wilayah kerja BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia).
Kabar baiknya, pendaftaran Batch 1 Gelombang 3 masih dibuka pada 1–11 September 2026. Peserta yang lolos tidak dipungut biaya sepeser pun selama mengikuti pelatihan karena seluruh pembiayaan program ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Target Penempatan dan Dukungan Pasca-Pelatihan
Pemerintah menargetkan realisasi penempatan yang meningkat secara bertahap. Pada 2026, targetnya 40.000 tenaga kerja, lalu melonjak menjadi 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta tidak dilepas begitu saja. Mereka akan mendapatkan pendampingan kesiapan kerja, akses informasi peluang kerja, hingga fasilitasi job matching dengan mitra industri dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
"Harapan kami, SMK Go Global menjadi salah satu instrumen memanfaatkan bonus demografi Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional," ungkap Christina.
Informasi lengkap mengenai jadwal, syarat, dan alur pendaftaran SMK Go Global dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian P2MI. Calon pelamar disarankan menyiapkan dokumen vokasi dan sertifikat keahlian sejak dini agar tidak ketinggalan di batch berikutnya.