LPS Ingatkan Pelajar di Bandar Lampung Batas Bunga Penjaminan 3,75 Persen
BANDAR LAMPUNG — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti maraknya tawaran imbal hasil simpanan perbankan yang tidak wajar di hadapan ratusan pelajar dan mahasiswa di Bandar Lampung.
Masyarakat diminta lebih cermat melihat batas aman simpanan sebelum memutuskan menaruh dana di bank. Tingkat bunga penjaminan resmi saat ini menjadi patokan utama keamanan dana nasabah.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS Doddy Zulverdi menegaskan bahwa tawaran bunga simpanan yang melewati batas wajar patut dicurigai.
"Kalau masuk bank dan ditawarkan bunga tinggi banget hati-hati. Nah salah satu indikatornya bandingkan dengan tingkat bunga penjaminan LPS, sekarang 3,75 persen," kata Doddy Zulverdi.
Pilihan Instrumen Simpanan yang Aman
Pemerintah menyarankan pemula untuk memilih instrumen yang memiliki kepastian hukum dan risiko rendah. Ada tiga jenis instrumen yang dinilai cocok untuk generasi muda.
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Herman Saheruddin menyebut instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN), emas, dan simpanan perbankan relatif aman untuk pemula.
"Jadi kalau mau yang aman bisa emas, bisa SBN atau tadi tabungan atau deposito di bank. Kalau di bank karena dijamin oleh LPS," kata Herman Saheruddin.
Chief Marketing Officer Raja Emas Indonesia M. Rahmat memaparkan bahwa emas memiliki peran ganda bagi pemilik modal. Instrumen tersebut berfungsi sebagai sarana investasi sekaligus aset safe haven atau pelindung nilai aset dari gejolak ekonomi.
Tantangan Transaksi Digital bagi Anak Muda
Perilaku konsumtif akibat kemudahan akses teknologi keuangan digital turut menjadi pembahasan penting bagi para praktisi perbankan.
Direktur Finance and Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Achmad Royadi menilai kecepatan transaksi daring kerap mendorong anak muda memprioritaskan keinginan sesaat ketimbang kebutuhan pokok.
Generasi muda diimbau untuk konsisten menyisihkan sebagian penghasilan sejak dini. Kebiasaan membagi alokasi dana secara tertib ke pos tabungan dan investasi dinilai menjadi kunci menjaga kesehatan finansial jangka panjang.