Perjalanan Panjang Rino Dezapaty di Dunia Musik: Dari Zapin ke RCH

Perjalanan Panjang Rino Dezapaty di Dunia Musik: Dari Zapin ke RCH
Rino Dezapaty

Pekanbaru - Musik bukan hanya suara bagi Rino Dezapaty. Perjalanan panjang ia mulai sejak usia enam tahun dan terus bergema hingga kini, saat ia dipercaya menjadi Leader Subsektor Musik di Riau Creative Hub (RCH).

Rino tumbuh dalam lingkungan seni. Almarhum ayahnya pernah aktif di Badan Kesenian Daerah (BKD) pada era 1970-an, kemudian bergabung dengan Marching Band Dang Merdu Pekanbaru yang diikutinya juga. Dari sanalah kecintaan Rino pada musik berakar, tanpa pendidikan formal di awal.

Seiring waktu, keinginannya untuk menambah pengetahuan membawanya hijrah ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), tempat ia memperluas wawasan dan jejaring seni. Sekitar tahun 1997, Rino terdaftar sebagai mahasiswa Seni Pertunjukan Musikologi di IKJ.

Tahun 2001 Rino mengatakan dirinya pergi ke Prancis dengan alasan musik dan kembali ke Pekanbaru untuk membentuk Riau Rhythm, kelompok musik yang saat ini sudah melahirkan sembilan album. Salah satu karya paling dikenal publik adalah “Satellite of?Zapin”, yang menghadirkan musik tradisi melayu dengan sentuhan modern.

Sebelum bergabung dengan RCH pada tahun 2024, Rino aktif sebagai penasihat di BRCN. Di sana, ia mendampingi para pelaku seni untuk meningkatkan etos kerja dan profesionalisme di sektor kreatif.

Kini, melalui Riau Creative Hub, Rino melihat Riau berada pada fase penting. Menurutnya, daerah ini telah memiliki dua basis kuat dalam pengembangan seni dan ekonomi kreatif.

“Ada kesenian hulu dan hilir di Riau. Hulu ada di Dinas Kebudayaan, sementara hilirnya ada di ekonomi kreatif. Artinya, Riau sudah punya fondasi dua basis kuat untuk seni,” jelasnya di Pekanbaru, Senin (15/12).

Dengan pengalaman yang luas, Rino Dezapaty tidak hanya membawa musik, tetapi juga visi. Sebuah upaya panjang untuk memastikan seni Riau terus hidup di masa depan.**

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index