JAKARTA — PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya pada riset, inovasi, dan kolaborasi melalui Green Energy and Technology (GEET) Pulau Rengit. Langkah ini bertujuan menghadirkan listrik yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia.
Pengembangan GEET Pulau Rengit tidak berjalan sendiri. PLN menggandeng sejumlah perguruan tinggi terkemuka untuk mempercepat realisasi transisi energi hijau di berbagai daerah.
Kolaborasi Strategis dengan Tiga Universitas
GEET Pulau Rengit menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan fuel cell. Universitas Sebelas Maret (UNS) turut dilibatkan untuk riset pengembangan baterai.
Universitas Bangka Belitung (UBB) menjadi mitra strategis dalam pengembangan konsep agrovoltaic. Ketiga fokus riset tersebut menjadi pilar utama inovasi energi terbarukan yang aplikatif.
Memperkuat Fungsi GEET sebagai Ruang Riset
Kolaborasi lintas institusi ini memperkuat fungsi GEET Pulau Rengit sebagai ruang riset dan pembelajaran. GEET tidak hanya menjadi lokasi pengembangan teknologi, tetapi juga membuka peluang penerapan energi hijau di wilayah lain.
Ke depan, GEET Pulau Rengit diharapkan menjadi model pengembangan energi berkelanjutan. Model ini dapat direplikasi di berbagai kepulauan di Indonesia.