JAKARTA — Upaya pencegahan kebakaran di lingkungan perkantoran pemerintah kembali menjadi sorotan. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan empat personel untuk mengaudit kesiapan sistem keselamatan kebakaran di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Kamis (3/9/2026), sebuah langkah rutin yang krusial mengingat gedung perkantoran menyimpan potensi bahaya listrik dan beban hunian tinggi.
Empat Komponen Utama Jadi Sasaran Pemeriksaan
Analis Kebakaran Ahli Pertama Gulkarmat DKI Jakarta, Pipin Hanafiah, menyatakan pemeriksaan difokuskan pada empat elemen vital: pompa kebakaran, sistem pipa tegak, alarm, sprinkler, serta kelengkapan APAR. Karena kompleks kantor memiliki lima gedung dengan sistem pompa terpisah, petugas memeriksa satu per satu untuk memastikan semuanya berada dalam mode otomatis atau siap difungsikan seketika.
"Tadi yang pertama kita periksa itu terkait pompa kebakaran, sistem pipa tegak. Berhubung di sini ada lima gedung, jadi sistem pompanya terpisah, kita satu-satu cek kembali dan dipastikan harus dalam kondisi auto atau siap pakai," kata Pipin.
Tangga Darurat Tidak Steril dan Tinggi Kanopi Dipertanyakan
Meski sistem utama dinilai berfungsi, audit awal menemukan dua catatan krusial yang bisa menghambat proses evakuasi saat darurat. Pertama, petugas mendapati tumpukan barang di tangga kebakaran—jalur yang seharusnya steril dan bebas hambatan untuk jalur penyelamatan. Kedua, tinggi kanopi di depan gedung dinilai belum memenuhi standar minimum 4,5 meter.
"Tadi kami menemukan tumpukan-tumpukan barang tersebut dan sudah kami sarankan supaya dibenahi, disingkirkan, dan memang benar-benar harus steril. Tinggi kanopi di depan juga perlu disesuaikan, minimal 4,5 meter supaya mobil tangga damkar bisa masuk," ujar Pipin.
Pelatihan SDM Pegawai Kantor Wali Kota Dijadwalkan Pekan Depan
Di luar aspek perangkat keras, Gulkarmat menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam merespons kebakaran. Dinas telah menyurati pihak pengelola kantor untuk menggelar pelatihan dan simulasi kebakaran, yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
"Minimal [pelatihan SDM] setahun sekali. Sudah kami sampaikan dan sudah kami bersurat juga ke pihak pengelola Wali Kota Jakarta Timur bahwa minggu depan akan dilaksanakan," kata Pipin. Hasil akhir pemeriksaan menyeluruh akan diserahkan kepada pihak Wali Kota Jakarta Timur setelah seluruh rangkaian audit selesai.
Pemkot Jakarta Timur Berkomitmen Bersihkan Jalur Evakuasi
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bagian Umum dan Protokoler Sekretaris Kota Jakarta Timur, Nina Permata, menyatakan pihaknya segera bertindak. Langkah pertama yang diambil adalah membersihkan barang-barang yang berpotensi menghalangi jalur evakuasi, diikuti dengan penjadwalan pelatihan penanggulangan kebakaran bagi petugas gedung.
"Alhamdulillah tadi sudah dicek untuk seluruh gedung dan kami nanti juga menunggu hasil pemeriksaannya. Tentunya nanti hasilnya itu akan kami tindaklanjuti, akan kami penuhi, dan akan kami lengkapi terkait peralatan ataupun keperluan untuk keselamatan kebakaran," ungkap Nina.
Sebagai gambaran kapasitas perlindungan, kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur saat ini didukung 116 hidran, enam pompa khusus hidran, dan sekitar 110 APAR. Seluruh perangkat tersebut dilaporkan dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.