Pencarian

Bulog Jatim Guyur 700 Ton Beras SPHP dan 20 Ribu Liter MinyaKita ke Pasar Tradisional Surabaya

Sabtu, 05 September 2026 • 01:24:01 WIB
Bulog Jatim Guyur 700 Ton Beras SPHP dan 20 Ribu Liter MinyaKita ke Pasar Tradisional Surabaya
Perum Bulog Kanwil Jawa Timur menyalurkan 700 ton beras SPHP dan 20 ribu liter MinyaKita ke pasar tradisional Surabaya.

SURABAYA — Ratusan ton bahan pangan murah resmi disalurkan ke sejumlah lapak pedagang di Kota Surabaya. Upaya ini ditempuh Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur bersama Tim Saber Pangan Provinsi Jatim demi membendung gejolak harga beras saat pergantian musim.

Penyaluran komoditas tersebut menyasar langsung pasar-pasar rakyat yang menjadi rujukan belanja harian warga. Pemantauan ketat dilakukan di lapangan untuk menjamin pasokan sampai ke tangan konsumen dengan harga wajar.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu meninjau langsung distribusi pangan murah itu di Pasar Tambakrejo, Surabaya, pada Sabtu. Pihaknya mengalokasikan ratusan ton beras dan puluhan ribu liter minyak goreng untuk diserap masyarakat.

"Perum Bulog akan menggelontorkan beras SPHP kurang lebih 700 ton dan MinyaKita sebanyak kurang lebih 20 ribu liter melalui mitra binaan Bulog Jatim," ujar Langgeng.

Realisasi Pasokan Beras SPHP Jatim Tembus 130 Persen

Langkah percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Timur sebetulnya telah berjalan masif sepanjang tahun. Kinerja distribusinya bahkan melampaui target operasional yang ditetapkan korporasi logistik pelat merah tersebut.

"Sejak Maret sampai dengan September 2026 penyaluran beras SPHP Perum Bulog Kanwil Jatim mencapai 130 ribu ton atau 130,9 Persen dari target perusahaan sejumlah 98,7 ribu ton dan distribusi MinyaKita mencapai 18,5 juta liter yang didistribusikan melalui 4.609 mitra yang tersebar di Jawa Timur," kata Langgeng.

Jaringan distribusi pangan murah ini ditopang ribuan mitra resmi yang tersebar hingga tingkat kelurahan dan perkampungan. Mitra binaan mencakup gerai pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), koperasi BUMN/BUMD, hingga jaringan Rumah Pangan Kita.

"Mitra binaan ini sangat berperan aktif dalam penyediaan, keterjangkauan serta ketersediaan pangan untuk konsumen serta berperan dalam menjaga inflasi," tutur Langgeng menambahkan.

Bagaimana Kondisi Harga Pangan di Pasar Tambakrejo?

Berdasarkan pantauan langsung di kios pedagang Pasar Tambakrejo Surabaya, komoditas pangan pokok masih dijual di bawah batas harga eceran tertinggi (HET). Beras medium tercatat stabil dan dilepas di bawah HET Rp13.500 per kilogram.

Untuk beras SPHP kemasan, harga tebus konsumen di tingkat eceran berkisar antara Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram. Sementara itu, komoditas MinyaKita kemasan dipatok paling tinggi Rp15.700 per liter oleh para pedagang yang terafiliasi dengan Bulog Jatim.

Stabilitas harga ini ditopang ketersediaan cadangan pangan pemerintah yang tersimpan aman di fasilitas pergudangan. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Jatim mencapai 1,3 juta ton, sedangkan persediaan MinyaKita berada di angka 3,2 juta liter.

"Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying," kata Langgeng menegaskan.

Perketat Pengawasan Pasar Cegah Praktik Penimbunan

Bulog Jatim memastikan seluruh kanal distribusi dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pangan nasional secara berkelanjutan. Skema intervensi digulirkan lewat operasi pasar berkala, percepatan pengiriman stok, penambahan beras premium, hingga inspeksi mendadak di lapangan.

"Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pasokan tersedia secara merata dan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau," pungkas Langgeng.

Sumber: jatim.antaranews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks