Pencarian

Intensitas Tertinggi 2026, Anak Krakatau Erupsi Dua Kali dalam Semalam

Minggu, 06 September 2026 • 09:45:31 WIB
Intensitas Tertinggi 2026, Anak Krakatau Erupsi Dua Kali dalam Semalam
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau meluas hingga ketinggian 50.000 kaki melintasi Pulau Jawa dan Sumatra.

KILASKINI.COM — Sebanyak tiga bandara ditutup sementara dan sedikitnya 33 penerbangan terganggu akibat rentetan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu 6 September 2026. Sebaran abu vulkanik kini terpantau meluas hingga ketinggian 50.000 kaki melintasi Pulau Jawa dan Sumatra. Otoritas penerbangan meminta seluruh calon penumpang memeriksa langsung status jadwal keberangkatan ke maskapai terkait.

Gangguan lalu lintas udara sudah bermula sejak Sabtu 5 September 2026 malam. Sedikitnya 33 jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak hingga pukul 22.00 WIB. Rinciannya mencakup 16 jadwal penerbangan internasional yang dibatalkan, 7 jadwal tertunda, serta 5 penerbangan dijadwalkan ulang.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengimbau warganya memantau perkembangan terkini. Warga diminta mewaspadai perjalanan udara dan menjauhi area sekitar gunung api di Selat Sunda tersebut.

Sebaran Abu Capai Samudra Hindia

Analisis citra satelit Himawari-9 milik BMKG bersama PVMBG dan VAAC Darwin pada pukul 04.00 WIB mendeteksi dua klaster abu vulkanik aktif. Klaster pertama melayang dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki melingkupi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Adapun klaster kedua berada pada ketinggian hingga 50.000 kaki dengan pergerakan yang jauh lebih luas. Gugusan abu vulkanik tingkat tinggi ini membentang melewati Bengkulu, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Lampung, Banten, hingga ke arah Samudra Hindia.

Peningkatan Amplitudo Gempa Letusan

Aktivitas vulkanik kali ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang tahun 2026 setelah letusan beruntun sejak Jumat malam 4 September 2026. Letusan lanjutan kemudian terjadi pada Minggu dini hari dan pagi hari.

Badan Geologi Kementerian ESDM merilis keterangan resmi terkait kejadian dini hari tersebut:

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 03:53 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik."

Beberapa jam setelahnya, getaran lebih kuat muncul dari kawah aktif. Petugas pengamatan gunung api, Rioboniek Situmorang, melaporkan erupsi pukul 07.10 WIB mencatat amplitudo maksimum 50 milimeter dengan durasi gempa 16 detik.

Badan Geologi Kementerian ESDM kembali mengonfirmasi kejadian tersebut lewat rilis resmi:

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:10 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati."

Pengamatan visual kolom abu belum bisa dipastikan oleh petugas pos pemantau karena semburan material vulkanik masih berlangsung saat laporan dibuat.

Status Siaga dan Rekomendasi Radius Bahaya

Tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada status Level III (Siaga). Posisi status siaga ini telah ditetapkan otoritas terkait sejak 2 Juli 2026.

Atas kenaikan intensitas kegempaan ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi larangan beraktivitas di sekitar lokasi bencana:

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif."

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks