Pencarian

Rupiah Melemah 0,39% ke Rp17.644 per Dolar AS Tertekan Data Tenaga Kerja

Senin, 07 September 2026 • 09:21:01 WIB
Rupiah Melemah 0,39% ke Rp17.644 per Dolar AS Tertekan Data Tenaga Kerja
Rupiah melemah 0,39% ke posisi Rp17.644,7 per dolar AS pada perdagangan awal pekan.

KILASKINI.COM — Laju mata uang Garuda kembali tertekan di awal pekan. Berdasarkan data pasar terkini, rupiah melemah 0,39% menuju level Rp17.644,7 per dolar AS, setelah sempat bertengger di posisi penutupan sebelumnya yakni Rp17.575,9.

Pada sesi perdagangan, rupiah dibuka pada level Rp17.630 per dolar AS. Fluktuasi intraday mencatat rentang pergerakan antara titik terendah Rp17.608,0 hingga level tertinggi harian Rp17.648,4 per dolar AS.

Sementara itu, data kurs Bank Indonesia per 4 September 2026 mencatat kurs jual dolar AS berada di posisi Rp17.777,44. Adapun kurs beli dipatok pada level Rp17.600,56 per dolar AS.

Sentimen Tenaga Kerja AS Menahan Penguatan Garuda

Tekanan terhadap kurs rupiah berakar dari faktor eksternal di Amerika Serikat. Rilis data nonfarm payrolls AS yang lebih kokoh dari perkiraan kembali mengangkat pamor dolar AS di pasar global.

Kondisi pasar tenaga kerja AS tersebut memicu ekspektasi kuat bahwa The Federal Reserve belum akan melonggarkan kebijakan moneter. Sikap menahan suku bunga acuan dalam durasi lebih panjang membuat indeks dolar AS relatif perkasa terhadap mata uang negara berkembang.

Dari sisi domestik, pelaku pasar masih memantau perkembangan indikator neraca perdagangan serta arus modal asing di pasar keuangan. Di tengah volatilitas ini, belum ada kebijakan baru dari Bank Indonesia yang mengubah suku bunga acuan di dalam negeri.

Tren Kurs Jangka Panjang Masih Bertengger Tinggi

Pola pergerakan pasangan USD/IDR dalam rentang 52 pekan terakhir mengonfirmasi posisi rupiah yang masih berada di area tertekan. Sepanjang periode tahunan tersebut, kurs berayun dari batas bawah Rp16.294,0 hingga level rekor terlemah Rp18.197,5 per dolar AS.

Grafik historis sejak Februari 2026 memperlihatkan reli penguatan dolar AS yang sempat menembus ke atas Rp18.000 pada Juni. Kendati kurva sempat terkoreksi melandai pada Juli hingga Agustus, momentum penguatan dolar AS kembali terpantau naik memasuki September.

Secara teknikal, pergerakan nilai tukar masih dinamis dengan batas rentang jangka pendek berkisar antara support Rp17.600 dan resistance Rp17.700 per dolar AS.

Kebutuhan Lindung Nilai dan Opsi Valuta Alternatif

Volatilitas nilai tukar yang persisten menuntut pelaku usaha maupun masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi dolar AS untuk lebih disiplin memantau kurs harian. Langkah ini penting guna mengantisipasi biaya impor serta perencanaan keuangan.

Di luar pasar valas konvensional, fluktuasi mata uang fiat mulai mendorong pemanfaatan aset kripto berjenis stablecoin sebagai alternatif diversifikasi. Aset yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar AS, seperti Tether (USDT) maupun USD Coin (USDC), kini diperdagangkan di berbagai platform aset digital seperti Pintu melalui fitur pasar maupun program simpanan berbasis imbal hasil.

Sumber: pintu.co.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks