KILASKINI.COM — Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) resmi membuka IMOS 2026 dengan durasi penyelenggaraan lebih panjang dari edisi sebelumnya. Pameran yang berlangsung 10 hari ini dirancang sebagai wadah berkumpulnya puluhan merek sepeda motor, industri pendukung, hingga komunitas dalam satu lokasi.
Ketua Bidang Niaga AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2026, Yosef Utama, menyebut pameran kali ini menjadi barometer pertumbuhan industri roda dua nasional. Keyakinan itu didasari data penjualan yang mencatat pertumbuhan 2,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Optimisme Penjualan dan Target IMOS 2026
Angka penjualan 4,3 juta unit sepanjang Januari–Agustus 2026 menjadi modal utama penyelenggaraan IMOS tahun ini. AISI menilai tren positif tersebut akan berlanjut seiring dengan bertambahnya durasi pameran yang memberi ruang lebih besar bagi pengunjung.
“Melihat tren penjualan motor yang terus tumbuh positif hingga Agustus tahun ini, kami sangat optimistis industri roda dua nasional tetap akan bertumbuh. Oleh karena itu, kami sangat antusias menghadirkan gelaran IMOS 2026 dengan durasi penyelenggaraan yang lebih panjang untuk memanjakan para pecinta otomotif,” ujar Yosef dalam keterangan resminya, belum lama ini.
Pameran ini disebutnya sebagai “surganya anak motor”, tempat berkumpulnya seluruh pecinta otomotif roda dua, merek ternama, dan inovasi teknologi terbaru.
Dari Motor Bensin hingga Teknologi Baterai Baru
Puluhan merek sepeda motor siap meramaikan IMOS 2026 dengan beragam pilihan model. Produk yang ditampilkan mencakup sepeda motor bermesin bensin dari jenis cub, matik, sport, hingga big bike.
Tak hanya kendaraan konvensional, pameran ini juga menghadirkan sejumlah sepeda motor listrik dengan teknologi baterai terbaru. Pengunjung yang tertarik pada dunia modifikasi juga bisa menyaksikan berbagai karya kendaraan hasil ubahan.
“IMOS akan menjadi barometer perkembangan industri sepeda motor dalam menyediakan beragam solusi mobilitas produktif dan ekonomis untuk masyarakat. Karena dari sini, solusi mobilitas produktif ini akan hadir di berbagai pelosok di Tanah Air. Dari Sabang hingga Merauke,” tambah Yosef.
Industri Pendukung dan Ekosistem Lengkap
IMOS 2026 tidak hanya diisi produsen sepeda motor. Rangkaian pameran turut mempertemukan pelaku industri pendukung seperti produsen helm, apparel, aksesori, pelumas, suku cadang, hingga teknologi digital otomotif.
Yosef menilai keberagaman peserta menjadi daya tarik utama yang membedakan IMOS dengan pameran lain. Menurutnya, pengunjung bisa menikmati peluncuran produk baru, ragam pilihan kendaraan, hingga penawaran harga dan promo khusus yang hanya berlaku selama pameran berlangsung.
Test Ride, Komunitas, dan Sesi Diskusi Interaktif
Pengalaman berkendara langsung bisa dirasakan pengunjung melalui area test ride yang dilengkapi obstacle. Fasilitas ini memungkinkan calon pembeli merasakan performa berbagai model terbaru secara nyata sebelum memutuskan membeli.
Puluhan komunitas sepeda motor dari berbagai daerah juga dipastikan hadir. Mereka dapat bertemu, berbagi pengalaman, dan mengikuti kegiatan berkendara bersama selama pameran berlangsung.
Bagi pengunjung yang ingin melengkapi perlengkapan berkendara, tersedia bazar dengan harga khusus. Sesi diskusi interaktif turut digelar untuk membahas perkembangan teknologi motor listrik dan keselamatan berkendara.
Dengan rangkaian program tersebut, IMOS 2026 menjelma menjadi ruang interaksi antara pelaku industri dan konsumen, bukan sekadar ajang pamer kendaraan.